detikBali

Dubes Iran Blak-blakan Temui Megawati-Jokowi, Ternyata Bawa Misi Ini

Terpopuler Koleksi Pilihan

Dubes Iran Blak-blakan Temui Megawati-Jokowi, Ternyata Bawa Misi Ini


Devi Puspitasari - detikBali

Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi bertemu Ketua Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), Din Syamsuddin di Jakarta, Jumat (3/4/2026). Pertemuan membahas konflik negaranya dengan AS-Israel.
Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. (Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto)
Denpasar -

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, blak-blakan soal rangkaian pertemuannya dengan sejumlah tokoh nasional Indonesia. Ia menyebut kunjungan ke Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, hingga Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla bukan sekadar silaturahmi, melainkan membawa pesan penting di tengah memanasnya konflik.

"Banyak sekali tokoh di Indonesia, baik itu pejabat resmi maupun pejabat nonpemerintahan atau tokoh-tokoh di Indonesia, yang menyampaikan pesan kepada saya berupa ungkapan belasungkawa dan juga keprihatinan," ujar Mohammad Boroujerdi kepada wartawan di Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).

"Oleh karena itu, saya sebagai Duta Besar Republik Islam Iran, sebagai perwakilan Iran, sudah selayaknya membalas dengan menyampaikan rasa terima kasih atas ungkapan-ungkapan atau ucapan-ucapan yang disampaikan, serta memberikan apresiasi," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya menyampaikan terima kasih, Boroujerdi juga membawa "laporan" terbaru soal kondisi di negaranya, termasuk dampak perang antara Amerika Serikat dan Iran, kepada para tokoh yang ditemuinya.

ADVERTISEMENT

"Di samping itu, saya juga memberikan semacam laporan terkait peristiwa atau hal terakhir yang terjadi di wilayah atau di negara saya kepada tokoh-tokoh yang sebelumnya menyampaikan belasungkawanya kepada kami," tuturnya.

Bawa Misi Kampanye Antiperang

Boroujerdi menegaskan, rangkaian pertemuan itu juga menjadi pintu untuk menyuarakan kampanye antiperang. Menurutnya, penolakan terhadap perang di Iran merupakan langkah awal untuk menentang konflik yang lebih luas.

"Adapun terkait kunjungan kepada ulama, tentunya kita juga sudah mengetahui bersama bahwa lembaga-lembaga atau ormas-ormas Islam, baik itu MUI maupun lembaga lainnya, bahkan telah menyampaikan anjuran untuk Qunut Nazilah. Artinya, tanpa kita minta pun, mereka secara langsung ikut mendoakan dan mendukung," ungkapnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads