Perayaan Jumat Agung adalah momen sakral bagi umat kristiani, khususnya Katolik. Perayaan yang akan diisi dengan rangkaian ibadah penuh makna ini menjadi hari memperingati wafatnya Yesus Kristus.
Selain itu, Jumat Agung juga dianggap sebagai puncak pengorbanan dan pelayanan Yesus selama di dunia. Inilah alasan kenapa hari perayaan tersebut dikenal dengan istilah "Agung" yaitu mencerminkan keistimewaan-Nya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, satu hal yang menjadi perhatian adalah kira-kira baju warna apa yang harus dipakai untuk momen perayaan Jumat Agung ini? Adapun untuk menjawab pertanyaan ini, biasanya umat kristiani memiliki warna liturgi yang menjadi panduan warna dalam ibadah-ibadah penting. Berikut penjelasannya.
Apa Itu Warna Liturgi dan Maknanya?
Warna liturgi adalah elemen penting dalam ibadah Gereja Katolik yang memiliki makna untuk mengungkap secara lahiriah ciri khas iman yang sedang dirayakan. Warna ini juga dimaksudkan bagaimana tahap-tahap perkembangan dalam kehidupan kristen.
Warna-warna ini biasanya akan disesuaikan dengan busana, pakaian, atau dekorasi pada acara ibadah tertentu yang mana ini sudah menjadi kebiasaan sejak dulu.
Apa Saja Warna Liturgi Katolik?
Dikutip dari laman The Terra Sancta Museum, berikut warna-warna liturgi Katolik:
1. Warna Putih
Warna putih menjadi simbol cahaya, kemurnian, kemuliaan, dan kegembiraan. Biasanya warna ini akan digunakan pada semua perayaan yang berkaitan dengan Kristus, kecuali perayaan tersebut berkaitan dengan penderitaan-Nya seperti Natal dan Paskah.
2. Warna Merah
Menjadi simbol penting dalam agama Kristiani, warna merah ini memiliki makna sebagai warna api dan darah simbol dari kasih, kebajikan, pengorbanan, dan martir. Biasanya warna merah ini digunakan selama Minggu Suci untuk Minggu Palma pada Jumat Agung, Hari Pentakosta, Perayaan Darah Suci, perayaan para rosul dan santo martir.
3. Warna Hijau
Hijau menjadi warna yang memiliki keterkaitan dengan alam dan pembaruan kehidupan yang melambangkan harapan dan kebangkitan dasar iman Kristen. Untuk warna ini biasanya digunakan pada ibadah-ibadah harian, seperti Baptisan Kristus, Rabu Abu, Pentakosta, dan Advent.
4. Warna Ungu
Awalnya warna ungu ini dinilai sebagai variasi lain dari warna hitam, namun berubah menjadi warna liturgi sejak Konsili Vatikan II. Biasanya warna ini digunakan pada masa Adven dan Prapaskah, yang melambangkan simbol pertobatan dan masa persiapan menyambut kedatangan Kristus.
5. Warna Hitam
Menjadi warna berkabung, juga menjadi warna yang digunakan pada masa-masa tobat selama Abad Pertengahan. Dulunya warna hitam digunakan pada hari Jumat Agung dan Misa Requiem pada masa Konsili Trente, namun sejak reformasi yang dilakukan oleh Paus Paul VI, warna ini diganti dengan warna ungu.
Jumat Agung Pakai Liturgi Warna Apa?
Jumat Agung adalah hari dimana umat Kristiani merenungkan keheningan dan kematian Kristus di kayu salib. Jika melihat penjelasan di atas maka, untuk Jumat Agung warna liturgi yang digunakan adalah merah. Yang mana dalam konteks perayaan ini, warna merah melambangkan darah Yesus Kristus yang ada pada saat prosesi penyaliban. Selain itu juga menjadi simbol cerminan siksaan berat yang dialami Yesus.
Namun yang menjadi poin utama dalam momen ini adalah kehadiran dengan hati yang tenang, penuh refleksi, dan benar-benar memahami apa arti pengorbanan tersebut.