detikBali

BPBD Denpasar Terima 24 Laporan Warga untuk Diantar ke RS Saat Nyepi

Terpopuler Koleksi Pilihan

BPBD Denpasar Terima 24 Laporan Warga untuk Diantar ke RS Saat Nyepi


Sui Suadnyana, Firizqi Irwan - detikBali

Tim Pusdalops BPBD Denpasar mengantar pasien emergency berusia 10 bulan saat Nyepi, Kamis (19/3/2026). (Dok. Pusdalops BPBD Denpasar)
Foto: Tim Pusdalops BPBD Denpasar mengantar pasien emergency berusia 10 bulan saat Nyepi, Kamis (19/3/2026). (Dok. Pusdalops BPBD Denpasar)
Denpasar -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar menerima 24 laporan warga yang meminta diantarkan ke rumah sakit (RS) saat Nyepi Saka 1948. Sebanyak 23 laporan di antaranya dapat ditangani.

"Total kejadian ada 23 yang kami tangani," ujar Operator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Denpasar, Putu Darma Putra, saat dikonfirmasi detikBali, Jumat (20/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tu Darma mengungkapkan, dari 24 laporan yang masuk ke Pusdalops BPBD Denpasar, satu laporan tak kunjung ada kepastian. Petugas Pusdalops BPBD Denpasar sudah menunggu kepastian laporan itu sampai pagi, tetapi tak kunjung mendapatkan kejelasan. "Padahal kami sudah bersiap," jelasnya.

Salah satu laporan yang ditangani Pusdalops BPBD Denpasar saat Nyepi adalah bayi yang harus dibawa ke RS. Anak berusia 10 bulan itu dilaporkan orang tuanya memerlukan penanganan segera.

ADVERTISEMENT

"Ada anak perempuan berusia 10 bulan harus dibawa ke rumah sakit karena telinganya keluar darah," ungkap Tu Darma.

"Kami belum tahu pasti sakitnya, hanya saja orang tuanya mengatakan jika keluar darah, anaknya rewel dan pusing. Takut kehilangan banyak darah juga," sambung Tu Darma.

Bayi dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu sempat menjalani pengobatan di tempat asalnya, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, Denpasar. Namun, saat penanganan lebih lanjut, sang anak hanya menjalani rawat jalan.

Selama di Bali, sang anak bersama orang tuanya tinggal di Jalan Tukad Pakerisan, Denpasar. Tim Pusdalops BPBD Denpasar merujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara.

"Ini mereka baru satu bulan di Bali. Setelah mendapat kabar tersebut, kami bawa sang anak ke UGD RS Bali Mandara," jelas Tu Darma.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads