Ratusan warga dari beberapa wilayah di Bali mengikuti mudik gratis kolaborasi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Bali dan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar. Mereka diberangkatkan dari Terminal Ubung, Denpasar, menuju sejumlah daerah di Jawa Timur (Jatim).
Salah satu pemudik, Dwi Suyanto, senang dengan fasilitas mudik gratis tersebut. Selain menghemat biaya, keselamatan dan dukungan sangat dijaga dengan baik oleh pihak penyelenggara.
"Alhamdulillah, di sisi lain itu (hemat), akhirnya bisa mengikuti mudik ini. Keselamatan juga dijamin oleh pemerintah," terang pemudik tujuan Surabaya itu di Terminal Ubung, Denpasar, Selasa (17/3/2026)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
General Manager (GM) PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, mengatakan mudik gratis dilaksanakan setiap tahun. PLN UID Bali pada mudik gratis tahun ini memberangkatkan sebanyak 13 bus. Adapun jumlah pemudik yang mendaftar mencapai 520 orang.
"Jadi sudah kami siapkan kurang lebih 520 seat. Dominasi (di Bali) banyak tempat, jadi di Denpasar ada, Badung, dan Gianyar," kata Eric di sela-sela pelepasan pemudik.
Namun, dari 520 peserta yang sebelumnya mendaftar, hanya 443 peserta yang akhirnya tetap memilih mengikuti mudik gratis. Masing-masing pemudik memiliki tujuan Banyuwangi (27 orang), Jember (102 orang), Malang (95 orang), dan Surabaya (219 orang).
Eric menuturkan sopir bus yang mengantarkan para pemudik sudah dilakukan tes urine oleh Badan Narkotika Nasional (BNNK) Denpasar. Mereka dicek kesehatannya agar mudik berjalan lancar. Terlebih, sopir akan mengendarai bus kurang lebih selama 12 jam perjalanan. Sopir cadangan juga disiapkan agar keselamatan pemudik lebih terjamin.
Di sisi lain, Dinas Perhubungan (Dishub) Denpasar sudah melakukan pengecekan bus yang digunakan untuk mudik. Pengecekan dilakukan agar bus yang dipakai mudik benar-benar laik jalan.
Solusi Kurangi Kemacetan
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengapresiasi mudik gratis ini. Menurutnya, melalui mudik gratis ini, warga yang hendak pulang ke kampung halamannya dapat menerima akses pelayanan yang baik. Hal ini juga sekaligus mengurangi macet.
"Kami lihat, kemacetan ada di Gilimanuk, dengan adanya bantuan bus ini, saya rasa bisa bermanfaat bagi warga Denpasar, warga Bali yang pengen mudik ke kampung halamannya masing-masing," ujar Jaya Negara.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Denpasar, I Ketut Sriawan memastikan pelaksanaan mudik gratis dapat mengurangi tingkat kepadatan pengguna jalan. Rasio pengguna jalan akan lebih baik karena pemudik lebih menggunakan bus.
"Kalau 500 penumpang semua pakai kendaraan pribadi, jelas kapasitas kendaraan di jalan makin meningkat, padat," jelas Sriawan.
Sriawan meminta pemudik agar tidak ragu menegur pengemudi bus yang melakukan perjalanan secara ugal-ugalan atau ngebut di jalan raya agar lebih cepat sampai tujuan.
(hsa/hsa)










































