detikBali
Round Up

Macet Terparah Bikin Pemudik Bertumbangan di Gilimanuk

Terpopuler Koleksi Pilihan
Round Up

Macet Terparah Bikin Pemudik Bertumbangan di Gilimanuk


Tim detikBali - detikBali

Petugas mengevakuasi pedagang di areal Pelabuhan Gilimanuk menuju ambulace untuk mendapat perawatan akibat mengalami kelelahan, Minggu (15/3/2026). (I Putu Adi Budiastrawan)
Foto: Petugas mengevakuasi pedagang di areal Pelabuhan Gilimanuk menuju ambulace untuk mendapat perawatan akibat mengalami kelelahan, Minggu (15/3/2026). (I Putu Adi Budiastrawan)
Jembrana -

Arus mudik di jalur Denpasar-Gilimanuk tahun ini disebut-sebut menjadi salah satu yang terparah sepanjang sejarah. Kemacetan horor terjadi sejauh 32 kilometer (km) lebih atau dari Pelabuhan Gilimanuk hingga Kota Negara, Jembrana, Minggu (15/3/2026).

Kondisi itu membuat para pemudik bertumbangan. Tercatat, setidaknya 17 pemudik dilaporkan tumbang akibat kelelahan dan paparan cuaca panas ekstrem saat mengantre masuk ke kapal, Minggu. Mereka sudah antre sekitar 14 jam, tapi tak kunjung masuk kapal.

Para korban didominasi oleh pengendara motor yang harus berjibaku dengan debu dan terik matahari di sepanjang jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Tim medis dari Dokkes Polres Jembrana pun harus bekerja ekstra memberikan pertolongan pertama di titik-titik kemacetan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasi Dokkes Polres Jembrana, Aiptu I Gusti Bagus Adi Sadnyana Putra, mengonfirmasi bahwa hingga Minggu sore pihaknya telah menangani belasan pemudik yang mengalami gangguan kesehatan serius.

"Semua sudah ditangani dan seluruhnya karena kelelahan. Total ada 17 orang yang kami evakuasi medis," ujar Adi saat dikonfirmasi detikBali, Minggu.

ADVERTISEMENT

Pingsan Terpapar Suhu Tinggi

Dari 17 orang tersebut, 16 di antaranya didiagnosis mengalami heat syncope, yakni kondisi pingsan atau pusing mendadak akibat paparan suhu panas tinggi. Kondisi ini memicu pelebaran pembuluh darah yang menyebabkan penurunan aliran darah ke otak secara drastis.

"Enam belas orang yang mengalami heat syncope sudah kami tangani dan dinyatakan bisa melanjutkan perjalanan. Sementara satu orang lainnya mengalami vulnus laceratum atau luka robek," jelas Adi.

Pemudik dengan luka robek tersebut telah mendapatkan tindakan medis berupa penjahitan luka (hecting) serta pemberian obat-obatan sesuai indikasi medis.

Tak hanya orang dewasa, seorang bayi juga harus dievakuasi oleh personel Polres Jembrana pada Sabtu (14/3/2026) malam. Bayi tersebut didampingi orang tuanya dilarikan ke Pos Pelayanan Cargo setelah menunjukkan gejala gangguan kesehatan akibat terjebak macet berjam-jam.

"Kemarin kami juga melakukan pertolongan terhadap bayi yang kelelahan. Petugas kepolisian melakukan pengawalan prioritas menembus kemacetan menuju Puskesmas terdekat agar bayi segera mendapatkan tindakan medis," ujar Adi.

Melihat kondisi antrean yang masih sangat panjang, Polres Jembrana meminta para pemudik untuk tidak memaksakan diri jika kondisi fisik sudah menurun.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang sedang melaksanakan mudik agar senantiasa memantau kondisi kesehatan anggota keluarga, terutama anak-anak dan lansia," kata Adi.

Polisi juga mengingatkan warga untuk segera mencari bantuan jika merasa tidak sehat. "Apabila memerlukan bantuan medis atau darurat, segera hubungi petugas Polri di pos pengamanan terdekat atau hubungi Call Center Polri 110. Layanan ini gratis dan siaga 24 jam," pungkasnya.

Pantauan detikBali di lokasi, area parkir kargo yang difungsikan sebagai buffer zone tampak penuh sesak oleh kendaraan. Tak hanya itu, kendaraan juga mengular di jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Mirisnya, ekor antrean dilaporkan telah mencapai Kota Negara, atau berjarak sekitar 32 km dari pelabuhan.

Untuk mengurai kepadatan di jalan utama, petugas mengarahkan ribuan kendaraan masuk ke gang-gang pemukiman warga. Selain itu, mayoritas pemudik yang terjebak merupakan pengendara yang sudah mengantre sejak dini hari.

Salah satu pemudik asal Banyuwangi, Siti (46), mengaku kelelahan menghadapi kemacetan tahun ini. Wanita yang akrab disapa Iis ini berangkat dari Denpasar menggunakan mobil pribadi bersama suaminya pada Sabtu (14/3/2026) sore setelah berbuka puasa.

"Saya berangkat dari Denpasar setelah buka puasa kemarin. Dan terjebak macet di sejumlah lokasi sepanjang jalur Denpasar-Gilimanuk. Dari Badung hingga Tabanan itu sudah macet," kata Iis saat ditemui detikBali di area pelabuhan, Minggu sore.

Sahur dan Buka dalam Mobil

Iis menceritakan, ia baru memasuki wilayah Hutan Cekik sekitar pukul 02.00 Wita dini hari tadi. Namun, pergerakan kendaraan sangat lambat hingga Iis baru bisa masuk ke wilayah perkampungan sekitar pukul 12.00 Wita.

"Baru tadi pukul 17.30 Wita masuk wilayah Pelabuhan Gilimanuk, di sini antre lagi mau masuk kapal. Saya sampai sahur dan buka puasa di dalam mobil. Suami karena kelelahan jadi tidak puasa. Kesulitan sekali hanya untuk cari toilet di jalur macet," keluhnya.

Menurutnya, ini adalah pengalaman mudik terparah yang pernah Iis alami. "Biasanya tahun-tahun sebelumnya berangkat buka puasa, jam 2 dini hari besoknya sudah sampai rumah di Banyuwangi," imbuhnya.

Nasib serupa dialami Bogie (27), seorang driver freelance di Kuta yang hendak mudik ke Jember. Ia bahkan sempat mencoba jalur alternatif via Pupuan, Buleleng, untuk menghindari macet, tapi tetap saja terjebak di titik pertemuan arus.

"Berangkat kemarin jam 7 malam, mutar lewat Pupuan Buleleng dan kena macet di pertigaan Cekik Gilimanuk sekitar jam 10 pagi tadi," ujar Bogie.

Uang Saku Ludes untuk Beli Makan

Bogie yang kali ini mudik menggunakan jasa travel mengaku rugi waktu dan materi. Uang saku yang disiapkan habis hanya untuk membeli konsumsi selama menunggu antrean yang tak kunjung bergerak.

"Uang habis hanya untuk beli makan minum selama macet saja ini. Ini saja (pukul 18.00 Wita) belum juga masuk kapal," pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis pada Minggu malam, volume kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk terpantau masih padat merayap. Petugas kepolisian dan ASDP terus berupaya melakukan skema percepatan pemuatan kendaraan ke dalam kapal untuk mengurai antrean yang mengular hingga puluhan kilometer tersebut.

Lihat Video 'Macet Horor Gilimanuk: Antrean Berjam-jam Bikin Belasan Pemudik Pingsan':

(hsa/hsa)











Hide Ads