Sejumlah pemudik di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, mengaku sengaja berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan dan antrean panjang menuju kapal. Namun, antrean panjang justru sudah terjadi sejak H-7 Lebaran.
Berdasarkan pantauan detikBali, Sabtu (15/3/2026), ratusan pemudik yang mengantre terlihat gelisah. Selain berdesakan dengan pemudik lainnya, cuaca panas di sekitar pelabuhan membuat kondisi semakin tidak nyaman, terlebih sebagian besar pemudik tengah menjalankan ibadah puasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menghindari terik matahari, sejumlah pemudik yang tidak mendapatkan tenda memilih berteduh di sekitar area pelabuhan atau di bawah pohon. Tangis balita juga terdengar dari beberapa sudut pelabuhan, sementara orang tua mereka berusaha menenangkan.
"Saya sengaja mudik lebih awal untuk menghindari antrean tapi justru saya sudah antre lebih dari 8 jam di sini (Pelabuhan Padangbai)," kata Sawaludin saat ditemui, Minggu (15/3/2026).
Pria yang bekerja sebagai buruh harian lepas tersebut mengaku tiap tahun pasti mudik bersama istri dan anak-anaknya. Dalam setahun, ia bahkan bisa pulang kampung dua hingga tiga kali untuk mengunjungi keluarga besarnya di Lombok Timur.
"Tahun lalu, saya juga mudik lebih awal dan antre hanya sekitar 4 jam saja. Namun sekarang justru lebih ramai pemudik yang mudik lebih awal," ujar Sawaludin.
Pemudik lainnya, Sri Martini juga mengaku sengaja mudik lebih awal agar bisa berkumpul lebih lama dengan keluarga besarnya di Lombok. Menurutnya, setiap tahun ia selalu menyempatkan diri untuk mudik.
"Saya setelah anak libur sekolah, pasti langsung mudik agar bisa berkumpul dengan keluarga lebih lama saat hari raya," ujar Sri Martini.
Meski dalam setahun ia bisa dua kali pulang kampung, momen Lebaran tetap menjadi waktu yang paling dinantikan karena memiliki suasana yang berbeda.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan (Satpel) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Padangbai I Ketut Sugiartono mengatakan bahwa peningkatan jumlah penumpang terjadi sejak Jumat (13/3/2026). Namun peningkatannya masih dalam tahap normal belum sampai membludak.
"Peningkatannya cukup signifikan dari penumpang pejalan kaki, sepeda motor hingga mobil," kata Sugiartono.
Ia menjelaskan, jumlah penumpang pejalan kaki yang sebelumnya rata-rata sekitar 2.000 orang per hari kini meningkat menjadi 4.000 hingga 7.000 orang per hari.
Sementara itu, jumlah sepeda motor yang sebelumnya sekitar 700 unit per hari kini mencapai 2.000 unit per hari. Adapun mobil yang sebelumnya sekitar 68 unit per hari kini meningkat menjadi sekitar 200 unit per hari.
"Kami akan terus berkoordinasi sambil melihat situasi di lapangan, jika terjadi kepadatan jumlah penumpang yang sangat signifikan pasti kami ambil langkah," ujar Sugiartono.
(nor/nor)










































