Arus mudik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Bali-Jawa mulai menunjukkan lonjakan signifikan. Berdasarkan data Posko Gilimanuk pada H-7 atau periode 14 Maret 2026, tercatat sebanyak 54.652 orang telah menyeberang meninggalkan Pulau Dewata menuju Pulau Jawa.
Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 8,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang tercatat sebanyak 50.545 orang. Lonjakan paling mencolok terlihat pada sektor kendaraan sepeda motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Realisasi kendaraan sepeda motor yang menyeberang melalui Pelabuhan Gilimanuk pada H-7 mencapai 10.733 unit. Angka ini melonjak tajam 37,5% dibandingkan tahun lalu yang hanya 7.808 unit," ungkap Manajer Usaha PT ASDP Gilimanuk, Didi Juliansyah, saat dikonfirmasi detikabali, Minggu (15/3/2026).
Sementara itu, kendaraan mobil pribadi tercatat sebanyak 4.610 unit atau naik tipis 0,7%. Untuk kendaraan logistik atau truk, tercatat sebanyak 1.986 unit (naik 2,3%). Kontras dengan tren kenaikan tersebut, jumlah bus justru mengalami penurunan sebesar 22,9% dengan total 503 unit dibandingkan tahun lalu sebanyak 652 unit.
"Secara akumulatif, total kendaraan yang keluar Bali pada H-7 mencapai 17.832 unit, naik 19,1% dari tahun sebelumnya," tutur Didi.
Sebaliknya, arus kendaraan dari Pulau Jawa menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang juga terpantau meningkat. Pada H-7, tercatat ada 258 trip kapal yang melayani penyeberangan ke Bali dengan rincian sebanyak 34.276 orang dengan total kendaraan sebanyak 5.743 unit.
"Secara keseluruhan, dari H-10 hingga H-7, tercatat 100.581 orang telah memasuki Bali, meningkat 3,9% dibandingkan tahun lalu," jelasnya.
Untuk mengurai kepadatan yang terjadi di areal pelabuhan dan sepanjang Jalur Denpasar-Gilimanuk, pihak ASDP telah mengoperasikan total 35 unit kapal. Rinciannya, 25 unit kapal melayani jadwal reguler, serta dukungan dari 10 unit kapal dilakukan TBB (tiba bongkar berangkat).
"Ada 35 unit kapal yang beroperasi dan 10 unit dilakukan TBB. Untuk truk tetap diatur skala prioritas sesuai SKB, sebenarnya tidak ada kendala karena sudah ada jalur masing-masing. Ini murni karena kedatangan kendaraan yang sangat padat secara bersamaan," ujar Didi.
Pihaknya juga terus mengimbau para pemudik untuk tetap waspada dan mengatur waktu keberangkatan guna menghindari puncak kepadatan yang diprediksi masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan sebelum Hari Suci Nyepi. "Pemudik kami imbau agar selalu mematuhi imbauan dan arahan petugas," imbuhnya.
(hsa/hsa)










































