Ricky Maex Roly Sindsister tak menyangka bakal terjebak kemacetan di Hutan Cekik, Jembrana, Bali, saat hendak mudik ke Desa Suluk, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Padahal, pengusaha seblak itu sengaja berangkat mudik pada Jumat (13/3/2026) malam demi menghindari kemacetan.
Apalagi, Ricky ingin menjajal Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi seksi Gending-Besuki. Jalan bebas hambatan itu dibuka fungsional pada Sabtu (14/3/2026) demi mendukung kelancaran arus mudik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ricky juga mengira puncak arus mudik dari Pulau Bali menuju Pulau Jawa terjadi pada Minggu besok. "Saya kira puncak arus mudik tanggal 15," tuturnya kepada detikBali, Sabtu (14/3/2026) dini hari.
Alih-alih lancar, Ricky yang mudik dengan istrinya menggunakan mobil berkelir hitam justru terjebak macet di Hutan Cekik. Laju kendaraannya tersendat-sendat sejak pukul 01.00 Wita. Tiga jam kemudian mereka baru tiba di gerbang Pelabuhan Gilimanuk.
Ricky hanya bisa pasrah terjebak macet. Ia pun terpaksa sahur di dalam mobil. Menunya nasi jinggo (nasi sekepal dengan lauk ayam sisit, mi, dan sambal dibungkus daun pisang).
Menurut Ricky, rekayasa lalu lintas di jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk sangat penting agar pemudik tidak terjebak macet berjam-jam. Apalagi, Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk menjadi akses vital yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk dan Denpasar.
"Ada baiknya kendaraan dari Gilimanuk menuju Denpasar dialihkan lewat Singaraja meski itu memutar," tutur pria yang tinggal di Gang XII, Jalan Letda Reta, Denpasar, itu.
Setali tiga uang, Sobin Jamil pun terjebak macet di Hutan Cekik saat hendak mudik ke Tuban, Jawa Timur. Pria berusia 20 tahun itu berangkat dari Sesetan, Denpasar, Jumat sore. "Baru mudik karena banyak kerjaan," tuturnya.
Kemacetan di Hutan Cekik, Jembrana, Bali, Sabtu (14/3/2026). Kemacetan mengular sekitar 10 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk. Gangsar Parikesit/detikBali |
Menurut pantauan detikBali, truk, bus, minibus, dan mobil tumpah ruah di Hutan Cekik. Kendaraan-kendaraan tersebut serempak menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Kemacetan di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk itu pun tak terhindarkan. Bahkan, kemacetan kian parah lantaran sebagian sopir dan pengendara motor mendahului melalui lajur kanan. Akibatnya, kendaraan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Kota Denpasar tak bisa bergerak. Macet total!
Sejumlah penumpang dan sopir pun memilih menunggu di luar. Mereka duduk di tepi jalan. Ada pula yang berjalan hanya sekadar untuk meregangkan otot. Mesin-mesin mobil dimatikan demi menghemat bahan bakar atau mencegah mobil mogok karena terlalu panas.
Seorang polisi berteriak, "motor ke kiri, motor ke kiri." Motor yang mengambil lajur kanan pun diminta berjalan melewati kiri jalan agar kendaraan dari arah sebaliknya dapat berjalan. Sedangkan mobil yang terlanjur ambil lajur kanan diarahkan menepi di bahu jalan.
Sejumlah orang nampak berjalan kaki sembari menggendong tas. Ada juga yang menarik koper. Mereka berjalan kaki ke arah Pelabuhan Gilimanuk.
Setelah melalui Hutan Cekik, mobil dan motor diarahkan menggunakan jalur alternatif. Jalan permukiman dengan lebar sekitar dua meter itu berada di sisi Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk.
Deretan lapak makanan dan minuman berdiri di sana. Selain itu, pelang-pelang bertulisan 'toilet' terpacak di sepanjang jalan tersebut. Tarif toilet dipatok Rp 5 ribu.
detikBali sempat membeli nasi jinggo. Harganya Rp 10 ribu, dua kali lipat dibandingkan harga nasi jinggo di Denpasar. Adapun Pop Mie dibanderol Rp 10 ribu.
Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Gilimanuk memprediksi puncak arus mudik 2026 di Pelabuhan Gilimanuk menyatakan pada Minggu (15/3).
"Prediksi puncak arus mudik terjadi pada 15 Maret nanti, sementara puncak arus balik diperkirakan pada 26 Maret 2026," kata Manajer Usaha PT ASDP Gilimanuk, Didi Juliansyah, kepada kontributor detikBali, I Putu Adi Budiastrawan.
Tahun ini, jumlah pemudik yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Gilimanuk diprediksi meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun lalu.
"Kami mengimbau pengguna jasa untuk memastikan kesiapan dokumen perjalanan dan stamina kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh dan melakukan perjalanan mudik lebih awal," imbuh Didi.
(nor/nor)











































Kemacetan di Hutan Cekik, Jembrana, Bali, Sabtu (14/3/2026). Kemacetan mengular sekitar 10 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk. Gangsar Parikesit/detikBali