detikBali

Piala Dunia 2026 Sepi Penonton, Hotel di AS Sampai Harus Obral Harga

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Piala Dunia 2026 Sepi Penonton, Hotel di AS Sampai Harus Obral Harga


Ilyas Fadilah - detikBali

Penyanyi Belinda (tengah) tampil bersama para penari dalam seremoni pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Kamis (11/6/2026). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd
Pembukaan Piala Dunia 2026. Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Denpasar -

Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko belum memberikan dampak ekonomi sebesar yang diperkirakan. Khususnya bagi sektor pariwisata dan perjalanan di Amerika Serikat.

Dilansir detikFinance, turnamen sepak bola terbesar di dunia itu semula diprediksi menjadi magnet bagi jutaan wisatawan mancanegara. Namun, hingga pertengahan penyelenggaraan, lonjakan kunjungan wisatawan yang diharapkan belum juga terlihat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alih-alih kebanjiran tamu, sejumlah hotel di kota-kota tuan rumah justru terpaksa menurunkan tarif kamar untuk menarik pengunjung. Kondisi serupa juga terjadi pada sektor penerbangan yang menghadapi melemahnya permintaan akibat tingginya harga tiket pesawat dan mahalnya tiket pertandingan.

Sejumlah analis industri menilai antusiasme terhadap turnamen kali ini juga lebih rendah dibandingkan Piala Dunia sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Awal yang lesu ini menunjukkan pola bisnis Piala Dunia yang selama ini mengandalkan kedatangan suporter internasional dengan pengeluaran besar mulai kehilangan daya tarik. Tingginya biaya perjalanan, kendala visa, serta rumitnya mobilitas antarkota tuan rumah di tiga negara berbeda menjadi faktor penghambat.

Wisatawan domestik AS pun belum mampu menutup kekurangan tersebut. Sepak bola masih kalah populer dibandingkan sejumlah olahraga lain di negara Paman Sam.

"Secara keseluruhan ini mengecewakan. Tidak ada kata lain yang bisa saya gunakan," kata CEO Hotel Association of New York City, Vijay Dandapani dikutip dari Reuters, Jumat (12/6/2026).

Asosiasi tersebut memangkas proyeksi pendapatan hotel yang terkait dengan Piala Dunia hingga 60% menjadi sekitar US$ 60 juta.

Permintaan Menit-menit Akhir Belum Muncul

Menurut data Cirium, pemesanan penerbangan dari Eropa menuju sebagian besar kota tuan rumah untuk periode Juni-Juli turun rata-rata 3,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Wisatawan Eropa sebenarnya sudah lebih dulu mengurangi perjalanan ke AS sejak tahun lalu.

Penurunan paling tajam terjadi pada penerbangan menuju New York, kota penyelenggara partai final pada 19 Juli. Pemesanan dari Eropa ke kota tersebut anjlok 15,8%.

FIFA sebelumnya memperkirakan 1,2 juta penggemar datang ke New York selama turnamen berlangsung. Namun Dandapani mengatakan asosiasinya kini hanya memperkirakan sekitar 500 ribu pengunjung.

Meski demikian, ia mengaku mulai melihat sedikit peningkatan pemesanan dari suporter Inggris dan Norwegia dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini dianggap sebagai sinyal positif.

Hotel-hotel masih berharap terjadi lonjakan pemesanan pada menit-menit akhir setelah fase grup berakhir. Namun data awal belum menunjukkan tren tersebut. Menurut perusahaan analitik CoStar, rata-rata tingkat pemesanan hotel di seluruh kota tuan rumah hanya naik 0,5% dibandingkan tahun lalu.

Dandapani mengatakan sejumlah hotel di New York bahkan menawarkan diskon besar. Salah satunya New York Hilton Midtown, hotel terbesar di kota tersebut, yang memangkas tarif kamar selama turnamen menjadi sekitar US$ 415 per malam, atau setengah dari tarif yang dipasarkan pada Desember lalu.

Pada April, Hilton menyatakan masih melihat permintaan pemesanan yang kuat, terutama di New York. Sementara Marriott pada Mei mengatakan masih banyak pemesanan yang berpotensi masuk karena pertandingan-pertandingan pada fase akhir turnamen belum diketahui secara pasti.

Baca selengkapnya di detikFinance




(nor/nor)










Hide Ads