detikBali

Arus Mudik Padat, Truk Logistik Mengular 5 Km hingga Hutan Cekik

Terpopuler Koleksi Pilihan

Arus Mudik Padat, Truk Logistik Mengular 5 Km hingga Hutan Cekik


I Putu Adi Budiastrawan - detikBali

Situasi antrean kendaraan logistik yang terjadi di Jalan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Jumat (13/3/2026).
Foto: Situasi antrean kendaraan logistik yang terjadi di Jalan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Jumat (13/3/2026). (I Putu Adi Budiastrawan/detikBali)
Jembrana -

Jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, mulai menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan menjelang periode mudik Lebaran. Pantauan pada Jumat (13/3/2026) siang, antrean kendaraan logistik tampak mengular hingga kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) atau Hutan Cekik.

Ekor antrean terpantau mencapai kurang lebih 5 kilometer dari pelabuhan. Kendaraan yang mendominasi antrean ini adalah angkutan logistik, mulai dari truk kecil, sedang, hingga truk besar dan tronton. Kondisi ini sudah terjadi sejak Kamis (12/3/2026) malam.

Salah satu sopir truk logistik asal Situbondo, Firman (44), mengaku harus bersabar menghadapi kemacetan panjang tersebut. Dia sudah terjebak antrean selama lebih dari empat jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mulai pagi tadi saya sudah kejebak macet. Ini baru sampai depan Masjid Al-Mubarok. Saya mau pulang mudik, kemarin itu sekalian kejar pengiriman terakhir untuk menghindari pembatasan kendaraan selama masa mudik nanti," ungkap Firman saat ditemui detikBali di lokasi, Jumat.

ADVERTISEMENT

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, mengungkapkan penumpukan kendaraan ini dipicu oleh lonjakan volume kendaraan logistik yang hendak keluar Bali. Sebagai langkah antisipasi, kepolisian mulai mengoperasikan seluruh gang pemukiman untuk mengurai kepadatan.

"Operasi (pengamanan) dimulai hari ini sampai tanggal 25 Maret nanti. Di jalur utama, antrean didominasi kendaraan barang yang sebagian besar sudah kosong, jadi tinggal kembali saja ke Pulau Jawa," ujar Citra saat ditemui terpisah.

Untuk mencegah kemacetan total, Polres Jembrana telah menyiapkan sejumlah titik kantong parkir bagi truk logistik. Langkah ini diambil agar kendaraan pribadi milik pemudik tidak ikut terjebak dalam antrean panjang.

"Langkah-langkah tentunya kami sudah melakukan pengantongan-pengantongan mulai dari Pekutatan, Kaliakah, hingga di Jembatan Timbang Cekik. Kalau antrean truk logistik terlalu panjang, nanti kendaraan pribadi (pemudik) akan terhambat, jadi kita kantongkan dulu," jelasnya.

Berbeda dengan truk logistik yang merayap, arus kendaraan kecil (KK) dan sepeda motor terpantau masih relatif lancar. Hingga saat ini, belum terlihat adanya penumpukan berarti pada jalur khusus pemudik roda dua maupun roda empat.

Citra juga menyebut sudah memberlakukan kanalisasi penuh di areal Terminal Kargo untuk kendaraan kecil. "Untuk kendaraan kecil sudah ada kanalisasi di areal terminal kargo untuk mengurai antrean. Kita sudah menggunakan tiga gang menuju pelabuhan," pungkasnya.




(hsa/hsa)










Hide Ads