detikBali

DPRD Bali Minta Warga Tak Terpancing Narasi Provokatif soal Nyepi di Medsos

Terpopuler Koleksi Pilihan

DPRD Bali Minta Warga Tak Terpancing Narasi Provokatif soal Nyepi di Medsos


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Rapat koordinasi pengamanan dan ketertiban menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri di Kantor DPRD Bali, Kamis (12/3/2026). Rizki Setyo
Foto: Rapat koordinasi pengamanan dan ketertiban menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri di Kantor DPRD Bali, Kamis (12/3/2026). (Rizki Setyo Samudero/detikBali)
Denpasar -

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Bali I Komang Nova Sewi Putra berharap warga Bali tidak terpancing dengan narasi-narasi provokatif di media sosial (medsos) terkait Hari Suci Nyepi yang diprediksi berbarengan dengan malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriyah.

Nova meyakini umat muslim yang tinggal di Bali sudah mengerti bahwa kerukunan antarumat beragama sangat tinggi. "Yang sudah lama di Bali yang sudah benar tinggal di Bali mereka pasti akan mengerti situasi dan kondisinya," kata Nova di kantor DRPD Bali, Kamis (12/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia melihat banyak celotehan dan narasi yang berseliweran di media sosial dengan nada provokasi. Nova mengajak untuk mengecek profil akun tersebut apakah benar tinggal di Bali atau hanya cari sensasi saja.

"Harapan kami janganlah memprovokasi masyarakat kami yang ada di Bali, karena kami di Bali antarumat beragama sudah saling mengerti dan saling rukun," jelas politikus Demokrat itu.

ADVERTISEMENT

Rekomendasi DPRD Bali soal Pengamanan Nyepi-Idulfitri

DPRD Bali menilai seruan bersama yang dikeluarkan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali terkait Hari Raya Nyepi yang kemungkinan berbarengan dengan malam takbiran Idulfitri 1457 Hijriyah bersifat antisipatif.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Budiutama, saat membacakan hasil rekomendasi rapat koordinasi pengamanan dan ketertiban menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri di Kantor DPRD Bali, Kamis (12/3/2026).

"Jadi seruan ini bersifat antisipasi dan ke depan agar tidak terjadi permasalahan supaya umat termasuk PHDI harus diikutkan, bila perlu kami juga yang di lembaga untuk memberikan masukan-masukan terkait hari raya," kata Budiutama.

Kemudian, dewan juga meminta agar kepolisian, Satpol PP hingga pecalang turut melakukan upaya antisipasi dan pencegahan dari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.

"Pencegahan pada gangguan kamtibmas dan kriminalitas, penggunaan miras, kembang api, dan gesekan-gesekan yang timbul saat perayaan hari raya," jelas Budiutama.

Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Bali, I Komang Nova Sewi Putra, menyampaikan agar sesama umat beragama dapat menghargai dan menghormati perayaan hari raya.

"Bagi umat muslim yang melaksanakan takbiran harapan kami ikut menghormati ikut bersama-sama untuk takbiran di dalam rumah masing-masing," ujar Nova.

Pun demikian, penetapan 1 Syawal 1447 Hijriyah masih akan dibahas dalam sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama pada 19 Maret mendatang.

"Banyak sekali masukan-masukan ke DPRD Bali mengenai seruan bersama dari FKUB, dan ini banyak masyarakat bertanya-tanya sedangkan kita juga harus lebih memastikan karena kalau kita lihat secara resminya pasti nunggu sidang isbat," jelas politikus Demokrat itu.



(hsa/hsa)









Hide Ads