detikBali

Korban Banjir Bandang di Buleleng Butuh Tempat Tidur dan Alat Masak

Terpopuler Koleksi Pilihan

Korban Banjir Bandang di Buleleng Butuh Tempat Tidur dan Alat Masak


Made Wijaya Kusuma - detikBali

Suasana pasca banjir bandang di Banjar Dinas Ambengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, Rabu (11/3/2026). Made Wijaya Kusuma
Foto: Suasana pasca banjir bandang di Banjar Dinas Ambengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, Rabu (11/3/2026). Made Wijaya Kusuma
Buleleng -

Banjir bandang yang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, meninggalkan luka mendalam bagi warga terdampak. Selain kehilangan harta benda, sebagian warga kini terpaksa mengungsi sementara dengan menumpang di rumah kerabat maupun saudara.

Suasana haru masih terasa di sejumlah titik permukiman yang terdampak. Lumpur masih menempel di halaman dan sisa-sisa barang yang terseret arus terlihat berserakan. Bagi warga yang rumahnya rusak atau dipenuhi material banjir, pilihan sementara hanyalah mencari tempat berlindung di rumah keluarga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketut Sabtu Sukarta, warga Banjar Ambengan, mengatakan banyak korban banjir belum bisa kembali tinggal di rumah mereka. Kondisi rumah yang rusak serta hilangnya peralatan rumah tangga membuat warga belum dapat beraktivitas seperti biasa.

"Korban-korban banjir sekarang numpang di rumah kerabat dan saudara," kata Sukarta saat ditemui di lokasi, Rabu (11/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, kebutuhan paling mendesak saat ini bukan hanya makanan, tetapi perlengkapan dasar untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Ia menyebut banyak warga kehilangan hampir seluruh isi rumah setelah tersapu arus banjir yang datang tiba-tiba.

"Yang mendesak sekali itu tempat tidur dan peralatan memasak. Karena semuanya hanyut," ujarnya.

Tanpa perlengkapan tersebut, warga kesulitan untuk kembali menata kehidupan mereka, meskipun sudah mendapatkan tempat tinggal sementara dari keluarga.

Sukarta berharap bantuan dari pemerintah maupun para relawan bisa segera menyasar kebutuhan dasar warga yang terdampak langsung.

"Banyak barang yang hilang. Jadi kalau bisa dibantu tempat tidur sama alat masak dulu," katanya.

Hingga kini, sejumlah warga masih berupaya membersihkan rumah dari lumpur dan puing yang terbawa banjir. Sementara yang rumahnya rusak parah, terpaksa bertahan di rumah kerabat sambil menunggu proses pemulihan dan bantuan datang.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads