detikBali

Bupati Bantah Pembalakan Liar Jadi Penyebab Banjir Bandang di Buleleng

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bupati Bantah Pembalakan Liar Jadi Penyebab Banjir Bandang di Buleleng


Sui Suadnyana, Wijaya Kusuma - detikBali

Kondisi SDN 5 Banjar akibat banjir bandang yang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, Minggu (8/3/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Foto: Kondisi SDN 5 Banjar akibat banjir bandang yang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, Minggu (8/3/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Buleleng -

Banjir bandang di Desa Banjar, Buleleng, Bali, diduga disebabkan oleh pembalakan liar (illegal logging). Namun, Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, membantah hal tersebut.

Menurut Sutjidra, material kayu yang terbawa banjir bandang merupakan pohon tumbang dari hulu sungai, bukan hasil penebangan liar. Selain material lumpur, tim penanganan bencana menemukan banyak pohon dan bambu berukuran besar yang ikut tergerus arus banjir bandang.

"Banyak sekali memang selain material lumpur, ada juga bekas pohon tumbang. Jadi pohon-pohon itu betul-betul pohon tumbang," kata Sutjidra, Minggu (8/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian besar material yang terbawa arus, terang Sutjidra, justru berasal dari rumpun bambu besar di bantaran sungai. Bahkan, salah satu korban sebelumnya ditemukan tertimbun di antara tumpukan bambu tersebut.

ADVERTISEMENT

Kondisi tersebut membuat proses evakuasi menjadi sulit karena bambu dan pohon yang terbawa banjir berukuran sangat besar. Petugas bahkan harus menggunakan alat berat untuk memisahkan serta memotong material tersebut. "Pohon-pohon besar juga kemarin dipotong oleh aparat gabungan," ujar Sutjidra.

Menurut Sutjidra, hasil identifikasi di lapangan menunjukkan pohon-pohon tersebut tercabut bersama akarnya. Hal ini menjadi salah satu alasan pemerintah daerah menilai material kayu tersebut bukan berasal dari aktivitas illegal logging.

"Kalau illegal logging kan gelondongan, sudah ditebang atau dipotong, tetapi ini dengan akarnya semua. Jadi itu sudah diidentifikasi dari hulu," tegas politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Hasil penelusuran, sumber material tersebut diduga berasal dari kawasan hulu aliran sungai di wilayah Puncak Landep. Banyak pohon dilaporkan tumbang di area tersebut setelah debit air meningkat drastis.

Sutjidra berharap klarifikasi ini dapat menghentikan spekulasi terkait penyebab bencana tersebut. Pemerintah daerah kini fokus pada proses pemulihan wilayah terdampak serta pencarian korban yang masih hilang.

"Supaya tidak ada kesimpangsiuran lagi terkait bencana ini. Kami ingin fokus melakukan pemulihan akibat bencana di Kabupaten Buleleng dan korban yang hilang bisa segera ditemukan," jelas Sutjidra.




(hsa/hsa)










Hide Ads