Tiga pesawat pengebom Amerika Serikat (AS) mendarat di pangkalan udara Inggris saat Pentagon bersiap meningkatkan serangan terbaru terhadap Iran.
Satu pesawat pengebom AS jenis B-1 Lancer, seperti dilansir Middle East Eye, Senin (9/3/2026), mendarat di pangkalan Angkatan Udara Fairford di Gloucestershire, Inggris bagian selatan, pada Jumat (6/3) malam waktu setempat.
Dua pesawat pengebom lainnya menyusul dan mendarat di pangkalan yang sama pada Sabtu (7/3) pagi waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pangkalan udara di Gloucestershire itu diperkirakan akan menerima lebih banyak pesawat militer AS dalam sepekan mendatang.
Pesawat pengebom B-1 Lancer memiliki nilai hingga US$ 2 miliar (Rp 33,9 triliun) per unit dan mampu membawa 24 rudal jelajah sekaligus. Kemampuan itu memungkinkan pesawat tersebut menjalankan misi jarak jauh tanpa terdeteksi.
Menurut Angkatan Udara AS, pesawat pengebom jenis tersebut dapat "dengan cepat mengirimkan sejumlah besar senjata presisi dan non-presisi terhadap setiap musuh, di mana pun di dunia, pada kapan pun".
Secara terpisah, sebuah pesawat kargo C-5 Galaxy milik AS juga tiba di pangkalan Inggris tersebut pada Jumat (6/3). Pesawat kargo itu merupakan yang terbesar dalam armada militer AS.
AS Bakal Tingkatkan Serangan
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan pada Kamis (5/3) lalu bahwa AS akan menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk "secara dramatis" meningkatkan serangannya ke Iran.
"Ketika kami mengatakan akan ada lebih banyak lagi, itu berarti lebih banyak skuadron jet tempur, lebih banyak kemampuan, lebih banyak kemampuan pertahanan, dan lebih banyak serangan pesawat pengebom yang lebih sering," tegasnya.
Penggunaan pangkalan Inggris untuk serangan AS terhadap Iran ini terjadi setelah Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer, sebelumnya dikritik oleh Presiden AS Donald Trump karena dianggap "tidak membantu".
Starmer pada awalnya memblokir AS menggunakan pangkalan gabungan Inggris-AS di Diego Garcia, Kepulauan Chagos, untuk menyerang Iran.
Namun, pada Minggu (8/3) waktu setempat, Starmer mengatakan AS akan diizinkan menggunakan pangkalan militer Inggris untuk menargetkan situs-situs rudal Iran.
(dpw/dpw)










































