detikBali

Pertama di Bali, BIH Terapkan Prosedur Jantung TAVI

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pertama di Bali, BIH Terapkan Prosedur Jantung TAVI


Hani Sofia Muthmainnah - detikBali

Dokter Spesialis Jantung Intervensi SCVC, I Made Junior Rina Artha, menjelaskan mengenai prosedur TAVI di Bali Internasional Hospital, Senin (9/3/2026).
Dokter Spesialis Jantung Intervensi SCVC, I Made Junior Rina Artha, menjelaskan mengenai prosedur TAVI di Bali Internasional Hospital, Senin (9/3/2026). (Foto: Hani Sofia/detikBali)
Denpasar -

Rumah Sakit Bali International Hospital (BIH) melakukan prosedur Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI), yakni penggantian katup aorta tanpa operasi jantung terbuka. Prosedur ini disebut pertama kali dilakukan di Bali, setelah sebelumnya telah dilakukan di rumah sakit di Jakarta dan Makassar.

Tindakan operasi dilakukan oleh Sapporo Cardio Vascular Clinic (SCVC) dan pengerjaannya dilakukan di BIH. Operasi dilakukan terhadap dua pasien berusia di atas 70 tahun.

Dokter spesialis jantung BIH, I Made Junior Rina Artha, mengatakan, sebelum menjalani prosedur, kedua pasien diketahui mengeluhkan sesak napas saat melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut terjadi akibat penyempitan katup aorta yang menghambat aliran darah dari ventrikel kiri menuju aorta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini merupakan prosedur untuk memperbaiki katup aorta yang sudah mengecil atau mengerut. Karena katupnya menyempit, aliran darah dari ventrikel kiri ke aorta otomatis menurun sehingga pasien mengeluhkan sesak dada saat beraktivitas," ujarnya, Senin (9/3/2026).

Berbeda dengan operasi jantung terbuka pada umumnya, prosedur TAVI dilakukan dengan metode minimal invasif menggunakan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah di area selangkangan.

ADVERTISEMENT

Metode ini dinilai memiliki keunggulan dibandingkan operasi jantung terbuka karena proses pemulihan pasien lebih cepat.

"Tanpa pembedahan, pasien dalam sehari sudah bisa mobilisasi yang tentunya berbeda dengan operasi yang membutuhkan waktu pemulihan lebih lama," kata Junior.

Junior menambahkan, waktu tindakan prosedur ini relatif singkat, yakni sekitar satu hingga satu setengah jam.

Ke depan, prosedur ini diharapkan dapat dilakukan tanpa pembiusan total. Saat ini tindakan TAVI umumnya masih menggunakan bius total.

"Ke depan banyak tindakan TAVI dilakukan tanpa pembiusan total, cukup anestesi lokal. Prosedurnya sekitar satu sampai satu setengah jam dan setelah itu pasien bisa segera mobilisasi," imbuhnya.

Meski memiliki kelebihan karena lebih cepat dan minim luka serta rasa sakit, prosedur ini membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal.

"Kalau dibandingkan prosedur biasanya, biayanya bisa sekitar dua kali lipat lebih mahal," pungkasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads