detikBali

BMKG Bali Peringatkan Cuaca Ekstrem 11-17 Februari 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan

BMKG Bali Peringatkan Cuaca Ekstrem 11-17 Februari 2026


Rizki Setyo Samudero - detikBali

This intense weather scene captures the raw power of nature with storm clouds billowing across an overcast sky, heavy rainfall, and flashes of lightning illuminating the dark atmosphere. The dramatic, moody sky and cascading raindrops evoke a sense of powerful energy and impending force, perfect for visualizing extreme weather conditions. The composition showcases a blend of ominous clouds and heavy rain, ideal for projects focusing on nature, meteorology, or environmental themes.
Ilustrasi cuaca ekstrem di Bali. (Foto: Getty Images/mammuth)
Denpasar -

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengidentifikasi adanya potensi cuaca ekstrem di wilayah Bali pada periode 11-17 Februari 2026. Potensi tersebut ditandai dengan peningkatan intensitas curah hujan di sejumlah wilayah.

Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho mengatakan, pada Februari ini Bali telah memasuki puncak musim hujan. Pergerakan awan Monsun Asia diperkirakan masih memberikan pengaruh kuat, disertai terbentuknya pola pertemuan angin di wilayah Bali.

"Dan kelembapan udara basah hingga lapisan atmosfer atas (200 mb) menyebabkan terjadinya peningkatan aktivitas konvektif dan potensi kejadian cuaca ekstrem berupa hujan intensitas sedang-lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang," kata Cahyo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cahyo menyebutkan seluruh wilayah Bali berpotensi terdampak cuaca ekstrem tersebut. Kondisi ini dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

ADVERTISEMENT

Selain itu, BMKG juga mengingatkan potensi dampak di wilayah perairan. "Kemudian, perlu diwaspadai pula potensi tinggi gelombang laut mencapai 1.25-2.5 m untuk wilayah Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan, dan Perairan Selatan Bali," jelas Cahyo.




(dpw/dpw)










Hide Ads