detikBali
Internasional

Pesawat Pengangkut Anggota Parlemen Kolombia Jatuh, Tak Ada yang Selamat

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Pesawat Pengangkut Anggota Parlemen Kolombia Jatuh, Tak Ada yang Selamat


Rita Uli Hutapea - detikBali

Pesawat sedang take off atau lepas landas.
Foto: Ilustrasi pesawat. (Unsplash/Gary Lopater)
Bogota -

Pesawat bermesin ganda pembawa 15 orang, termasuk seorang anggota parlemen Kolombia, jatuh di pegunungan dekat perbatasan Venezuela. Menurut pihak berwenang di Bogota, keseluruhan penumpang dan awak tewas dalam peristiwa itu.

Pesawat tersebut awalnya lepas landas dari kota perbatasan Kolombia, Cucuta, dan dijadwalkan mendarat di Ocana, Rabu (28/1/2025) siang waktu setempat. Namun, pesawat kehilangan kontak dengan menara pengontrol lalu lintas udara sesaat sebelum mendarat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penerbangan itu dioperasikan oleh maskapai penerbangan negara Kolombia, Satena. Ada 13 penumpang dan dua awak pesawat di dalam penerbangan yang dijadwalkan memakan waktu 23 menit tersebut.

"Tidak ada yang selamat," kata seorang pejabat dari otoritas penerbangan dilansir dari detikNews, Kamis (29/1/2026). Penyebab kecelakaan belum diketahui secara pasti. Pemerintah mengerahkan Angkatan Udara untuk melakukan pencarian di daerah tersebut.

ADVERTISEMENT

Lokasi jatuhnya pesawat merupakan wilayah pegunungan Andes bagian timur yang terjal dan tertutup pepohonan lebat dengan cuaca yang sangat berubah-ubah. Sebagian besar wilayah pedesaan di sekitarnya dikuasai oleh kelompok gerilyawan terbesar Kolombia, Tentara Pembebasan Nasional, yang lebih dikenal dengan akronim Spanyolnya, ELN.

Gubernur Santander Utara, William Villamizar, tujuh jenazah telah ditemukan. Seorang anggota parlemen Kolombia dan seorang calon anggota parlemen berada di dalam pesawat tersebut.

Di antara daftar korban tewas adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kolombia, Diogenes Quintero, 36 tahun, dan Carlos Salcedo, seorang calon anggota DPR dalam pemilihan mendatang.

Pesawat itu adalah pesawat Beechcraft 1900 bermesin ganda. Dengan hutan lebat dan pegunungan bersalju, sebagian besar wilayah Kolombia sulit dilalui melalui jalur darat sehingga harus menggunakan pesawat.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads