Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali kembali memperingati Hari Arak Bali pada 29 Januari 2026. Peringatan Hari Arak Bali 2026 akan digelar di The Westin Resort Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikBali, peringatan Hari Arak Bali 2026 akan dirangkai dengan tiga sesi talkshow terkait potensi ekspor global hingga branding produk. Selain itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga dijadwalkan menyerahkan izin produksi kepada Gubernur Bali Wayan Koster.
Peringatan Hari Arak Bali 2026 akan dihadiri oleh sejumlah kepala desa sentra arak Bali, pelaku usaha retail, bar, kelab malam, pimpinan media, hingga pelaku usaha minuman beralkohol se-Bali. Perayaan tersebut ditutup dengan arak toast dan makan malam bersama diiringi Tari Baris dan kesenian Genjek Karangasem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Beragam Cara Melestarikan Arak Bali |
Lantas, bagaimana sejarah peringatan Hari Arak Bali? Simak sejarah, tujuan, hingga tema peringatan Hari Arak Bali 2026 berikut ini:
Sejarah Hari Arak Bali 29 Januari
Pemprov Bali menetapkan peringatan Hari Arak Bali setiap tanggal 29 Januari. Penetapan ini dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagaimana diatur melalui Keputusan Gubernur Bali Nomor 929/03-I/HK/2022 tentang Hari Arak Bali.
Hari Arak Bali pertama kali dirayakan pada 2023. Ketika itu, Gubernur Koster menggelar peringatan Hari Arak Bali di kawasan The Nusa Dua, Kabupaten Badung. Koster ingin minuman beralkohol khas Bali bisa mendunia layaknya soju dari Korea atau sake dari Jepang.
Sebelumnya, Koster juga menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Arak Bali sendiri telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) 2022 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Meski begitu, Koster membantah peringatan Hari Arak Bali bertujuan untuk mengajak orang mabuk-mabukan. Menurutnya, minum alkohol cukup satu sloki setiap pagi atau malam hari.
"Saya tegaskan dilarang keras mabuk arak," kata Koster seusai tos arak Bali di Nusa Dua, saat peringatan Hari Arak Bali 2023.
Peringatan Hari Arak Bali disebut berbasis kearifan lokal (local wisdom) sebagai upaya dan strategi memperkokoh perlindungan dan pemberdayaan arak Bali. Koster mengajak masyarakat Bali minum arak satu sloki setiap pagi hari sebelum berangkat kerja untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan semangat kerja. Kemudian, satu sloki saat malam agar tidur lebih nyenyak.
"Jadi minumlah arak ini untuk kesehatan, bukan untuk mabuk-mabukan," kata Pak Yan, sapaan akrab Koster.
Tujuan Hari Arak Bali
Koster meyakini industri arak Bali bisa bermanfaat untuk seluruh masyarakat apabila digarap dengan serius. Pemprov Bali pun memberikan perhatian khusus terhadap produksi maupun distribusi minuman beralkohol khas Bali tersebut melalui Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020.
Arak Bali biasanya digunakan masyarakat sebagai penghangat badan serta keperluan upacara adat oleh masyarakat di Bali. Menurut Koster, industri minuman beralkohol itu menjadi peluang usaha yang tidak hanya untuk pasar lokal di Pulau Dewata, tapi juga luar negeri.
Beberapa produk arak Bali dengan berbagai merek. (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo) |
Penetapan Hari Arak Bali setiap 29 Januari berdasarkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 929/03-I/HK/2022. Berikut tujuan peringatan Hari Arak Bali setiap tanggal 29 Januari sebagaimana tertuang dalam Keputusan Gubernur Bali tersebut:
- Mengenangkan pengundangan Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali sebagai tonggak perubahan status yang mengangkat keberadaan, nilai, dan harkat Arak Bali;
- Mengajak seluruh Masyarakat Bali, Pemerintah Daerah di Bali dan Pelaku Usaha menjadikan tanggal 29 Januari sebagai hari kesadaran kolektif
- Masyarakat Bali terhadap keberadaan, nilai, dan harkat Arak Bali;
- Melindungi dan memelihara Arak Bali sesuai dengan nilai-nilai budaya, serta memberdayakan, memasarkan, dan memanfaatkan Arak Bali sebagai ekonomi rakyat secara berkelanjutan; dan
- Mengimbau seluruh Masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Pelaku Usaha agar menghindarkan pemanfaatan Arak Bali untuk kegiatan yang bertentangan dengan nilai-nilai esensial Arak Bali dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
Tema Hari Arak Bali 2026
Peringatan Hari Arak Bali 2026 mengusung tema Local Spirit Goes to Global. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali I Wayan Jarta menerangkan arak dan brem Bali tidak hanya warisan budaya, melainkan juga produk yang dapat bersaing di kancah internasional.
"Arak dan brem Bali berangkat dari tradisi dan budaya. Sekarang arahnya kami dorong pengelolaannya semakin tertata, aman, dan bisa bersaing termasuk di internasional," ungkap Jarta, Rabu (28/1/2026).
Berkembangnya industri arak dan brem Bali, Jarta menuturkan tidak terlepas dari Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 yang kini telah jalan 6 tahun. Hingga kini, tercatat sebanyak 58 merek arak dan brem Bali yang diproduksi secara legal dan dinaungi oleh 18 koperasi di berbagai wilayah Bali.
"Data itu menunjukkan industrinya sudah tumbuh. Tantangannya sekarang bagaimana ekosistem ini bisa berkelanjutan dan memberi manfaat dari petani sampai industri," ujar Jarta.
(iws/iws)











































