Perum Bulog melakukan sosialisasi asuransi parametrik pertanian bagi petani di Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran petani terhadap pentingnya perlindungan risiko usaha tani.
Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, mengatakan Tabanan menjadi pilot project sosialisasi asuransi ini lantaran memiliki luas lahan pertanian mencapai 23 ribu hektare yang didukung oleh sistem subak. Menurutnya, diperlukan upaya mitigasi risiko yang terstruktur dan berkelanjutan untuk menjaga keberlangsungan usaha tani serta kesejahteraan petani di Tabanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam tahap pertama, Bulog menyalurkan Rp 50 juta melalui TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) ini," ujar Sudarsono, Rabu (28/1/2026).
Sudarsono menjelaskan asuransi parametrik ini dikhususkan dalam menghadapi ancaman gagal panen akibat perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman, serta bencana alam. Ia berharap para petani memiliki pemahaman terkait asuransi pertanian sebagai jaring pengaman utama.
"Asuransi parametrik ini merupakan instrumen penting dalam membangun ketahanan pangan dari hulu. Melalui program TJSL Bulog Peduli Petani, kami ingin mendorong petani untuk lebih siap dan terlindungi," imbuhnya.
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagya, menyambut baik sosialisasi asuransi ini. Ia menegaskan Distan Tabanan akan selektif memilih Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang tetap aktif.
"Pilot project ini sangat menentukan ke depannya. Jika berhasil, akan menjadi panduan bagi kami di dinas dalam menyusun anggaran dan memperjuangkan kepada pimpinan agar petani mendapat proteksi," pungkasnya.
(iws/iws)










































