detikBali

Terpopuler: Drama Helikopter Raffi-Ajik Krisna hingga Buronan Interpol Ditangkap

Terpopuler Koleksi Pilihan

Terpopuler: Drama Helikopter Raffi-Ajik Krisna hingga Buronan Interpol Ditangkap


Tim detikBali - detikBali

Buronan Interpol Costinel-Cosmin Zuleam menunduk saat digiring ke mobil tahanan di Polda Bali, Selasa (20/1/2026).
Buronan Interpol Costinel-Cosmin Zuleam menunduk saat digiring ke mobil tahanan di Polda Bali, Selasa (20/1/2026). (Foto: Abid Ahmad Ibrahim/detikBali)
Denpasar -

Sejumlah peristiwa besar yang terjadi di Bali sepanjang sepekan terakhir menyedot perhatian pembaca. Mulai dari insiden helikopter yang nyaris celaka ditumpangi Raffi Ahmad dan pengusaha Ajik Krisna, penangkapan buronan Interpol asal Rumania, hingga sorotan pemerintah pusat soal maraknya proyek real estate tanpa izin.

Insiden helikopter di wilayah Tabanan sempat membuat warga sekitar cemas setelah pesawat itu terlihat berputar-putar di tengah cuaca buruk. Klarifikasi dari Ajik Krisna mengungkap bagaimana penerbangan tetap dilakukan meski kondisi cuaca tidak ideal, karena keterbatasan waktu Raffi Ahmad.

Di sisi lain, Bali juga menjadi lokasi penangkapan buronan internasional kasus penyiksaan brutal yang masuk daftar orang paling dicari di Eropa. Pelarian Cosmin berakhir setelah aparat Indonesia bekerja sama dengan Interpol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masih di Bali, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi menyoroti rendahnya realisasi investasi sektor real estate. Temuan itu mengarah pada dugaan banyak proyek yang belum berizin namun sudah beroperasi, sehingga berdampak pada pendapatan daerah.

ADVERTISEMENT

Helikopter Raffi Ahmad Nyaris Alami Kecelakaan

Helikopter yang ditumpangi Raffi Ahmad bersama pengusaha asal Bali, Gusti Ngurah Anom alias Ajik Krisna, nyaris mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk di wilayah Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali Utara. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (15/1/2026) dan sempat mengkhawatirkan warga setempat.

Kejadian tersebut mencuat setelah manajer Raffi Ahmad, Prio Bagja Anugrah, mengunggah video melalui akun Instagram @priotralala pada Jumat (16/1/2026). Video lain yang beredar di TikTok memperlihatkan helikopter terbang tidak stabil di tengah awan tebal di atas area persawahan dan permukiman.

Ajik Krisna kemudian memberikan klarifikasi melalui akun Krisna Oleh-Oleh Bali. Ia menyebut penerbangan itu bertujuan meninjau pembangunan UMKM dan telah dikoordinasikan dengan BMKG. Namun, keterbatasan waktu Raffi Ahmad membuat penerbangan tetap dilakukan meski cuaca kurang mendukung.

Anom menjelaskan, cuaca mulai memburuk sekitar pukul 10.00 Wita saat helikopter hendak kembali ke Bandara Ngurah Rai. Dalam perjalanan, helikopter sempat masuk kabut tebal dan berputar selama beberapa menit. Penumpang sempat meminta pendaratan darurat, namun pilot meyakinkan kondisi masih aman hingga akhirnya mendarat dengan selamat.

Buronan Interpol Asal Rumania Ditangkap di Bali

Pelarian Costinel-Cosmin Zuleam, buronan internasional asal Rumania, berakhir di Bali. Pria berusia 33 tahun itu ditangkap di Denpasar oleh tim gabungan Divhubinter Polri, NCB-Interpol Indonesia, serta jajaran Polda Bali, Kamis (15/1).

Cosmin merupakan buronan kasus penyiksaan brutal terhadap seorang pengusaha di Kota Sibiu, Rumania, pada November 2023. Dalam aksinya, Cosmin dan dua rekannya menyiksa korban hingga tewas serta mengancam anak perempuan korban sebelum melarikan diri.

Dua rekan Cosmin telah lebih dulu ditangkap di Irlandia dan Skotlandia. Sementara Cosmin sempat berpindah-pindah negara hingga masuk ke Indonesia pada November 2023 dan bersembunyi di Bali dengan menjaga profil rendah.

Aparat juga mengungkap Cosmin menikah siri dengan seorang WNI selama pelariannya. Proses hukum terhadap Cosmin kini memasuki tahap akhir dan yang bersangkutan akan diterbangkan ke Bucharest, Rumania, untuk menjalani persidangan.

Wamen Investasi Soroti Proyek Real Estate Tak Berizin

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Todotua Pasaribu mengungkap masih banyak proyek real estate di Bali yang belum mengantongi izin dan tidak melapor ke pemerintah daerah, meski telah beroperasi.

Todotua menyebut realisasi investasi sektor real estate di Bali hanya mencapai 1,64 persen sejak penerapan sistem OSS. Angka tersebut dinilai tidak sebanding dengan banyaknya aktivitas usaha di lapangan.

Menurut catatan Kementerian Investasi, sebagian besar proyek real estate dan konsultan nasional justru berlokasi di Bali. Kondisi ini dinilai berdampak pada tidak maksimalnya pendapatan asli daerah.

Pemerintah pusat pun menegaskan komitmen untuk mendorong penertiban perizinan agar aktivitas usaha berjalan tertib dan kontribusi terhadap PAD dapat meningkat.




(dpw/dpw)











Hide Ads