Aktris Aurélie Alida Marie Moeremans disorot seusai merilis buku memoar berjudul 'Broken Strings'. Buku yang dirilis Aurélie sukses dan telah diklik lebih dari 23 juta kali. Namun, di balik kesuksesan itu, perempuan tersebut mendapatkan intimidasi dan ancaman.
Dilansir dari detikHot, Aurelie mengungkapkan sejak awal sudah menduga keputusan untuk speak up melalui buku tersebut akan memancing reaksi keras dari masa lalunya. Benar saja, tak lama setelah Broken Strings viral, ia mulai merasakan adanya tekanan secara digital, mulai dari pernyataan intimidatif di media sosial hingga upaya penggunaan jasa buzzer untuk menjatuhkan namanya.
"Ketakutan aku adalah diancam lagi seperti waktu aku masih SMA. Udah lama banget sih, tapi walaupun udah 16 tahun yang lalu sampai sekarang tokoh yang ada di buku ini masih apa ya... masih memantau setiap langkah aku gitu rasanya," kata Aurelie dikutip detikcom dalam akun YouTube Aurélie Moeremans, Minggu (25/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bintang film 'Story of Kale' itu bahkan menceritakan salah satu pihak sengaja melakukan livestream di media sosial (medsos) untuk memberikan pernyataan yang menyudutkan dirinya. Padahal, banyak penonton siaran tersebut yang sebenarnya tidak memahami akar permasalahannya.
"Ada satu pihak yang sibuk live di social media dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menurut aku sangat intimidatif. Dia tuh ya siri (sibuk sendiri)," tutur perempuan kelahiran Brussel, Belgia, itu.
Tak berhenti di situ, istri Tyler Bigenho itu juga membongkar adanya upaya kotor untuk membungkamnya melalui serangan buzzer. Aurelie mengaku mendapatkan informasi langsung dari beberapa influencer yang sempat dihubungi oleh pihak lawan untuk menyerang kredibilitasnya.
"Sampai ada buzzer-buzzer dan influencer kayaknya, ada yang kontak aku bilang bahwa ada satu pihak yang mau menjatuhkan nama aku dengan kasih imbalan. Itu udah nggak ngaruh ke aku, kayak aku... aku sampai ngomong ke salah satu kayak 'ambil aja, lumayan' gitu," terang Aurelie.
Meski saat ini lebih memilih fokus pada proses pemulihan trauma, Aurelie tidak menutup kemungkinan untuk mengambil langkah hukum jika intimidasi tersebut terus berlanjut.
"Tetapi kalau ancaman dan intimidasi tetap berlanjut terus ya aku nggak mungkin... sebaiknya aku nggak diem aja kayak dahulu ya," jelas Aurélie.
Artikel ini telah tayang di detikHot. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)










































