detikBali

Disorot Melanie, Mason Elephant Park Akui Atraksi Gajah Tunggang Masih Dibuka

Terpopuler Koleksi Pilihan

Disorot Melanie, Mason Elephant Park Akui Atraksi Gajah Tunggang Masih Dibuka


Aryo Mahendro - detikBali

Gajah di Mason Elephant Park, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Rabu (21/1/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).
Foto: Gajah di Mason Elephant Park, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Rabu (21/1/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).
Gianyar -

Artis sekaligus aktivis Melanie Subono menyoroti atraksi gajah tunggang di Mason Elephant Park, Gianyar, Bali, yang masih dibuka untuk wisatawan meski telah mendapat surat peringatan (SP) dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Manajemen Mason Elephant Park buka suara terkait hal tersebut.

Manajer Mason Elephant Park Ketut Sari mengakui atraksi gajah tunggang atau wahana elephant riding memang masih dibuka untuk pengunjung. Belum ada rencana penghentian atraksi gajah tunggang di Mason Elephant Park.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, (atraksi gajah tunggang) masih buka," kata Sari saat ditemui detikBali di kantornya, Rabu (21/1/2026).

Sari mengatakan, sudah ada SP yang dilayangkan ke manajemen Mason Elephant Park sejak sepekan lalu. Dalam SP itu, Mason Elephant Park diminta menghentikan atraksi gajah tunggangnya dalam waktu satu bulan.

ADVERTISEMENT

Namun, atraksi gajah tunggang belum dihentikan manajemen Mason Elephant Park. Sari menyebut manajemen Mason Elephant Park akan menemui Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk mengklarifikasi situasi dan kondisi 24 ekor gajah di lembaga konservasi itu.

"Dengan BKSDA kami sudah dan terus berkomunikasi. Owner kami juga bersiap menghadap Pak Menteri," kata Sari.

Sari menjelaskan penghentian atraksi gajah tunggang akan berdampak cukup signifikan pada pendapatan Mason Elephant Park sebagai tempat wisata sekaligus lembaga konservasi.

Setidaknya, 50 persen biaya operasional di Mason Elephany Park ditopang oleh pendapatan dari atraksi gajah tunggang itu. Karenanya, Sari mengatakan pihaknya tidak dapat serta merta menghentikan atraksi gajah tunggang di Mason Elephant Park.

"Jujur, revenue kami otomatis berkurang 50 persen lebih. Biaya operasional untuk kesejahteraan gajah dan staff kami tidak akan mencukupi jika (atraksi gajah tunggang) langsung ditutup," katanya.

Gajah di Mason Elephant Park, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Rabu (21/1/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).Wisatawan memberikan makan gajah di Mason Elephant Park, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Rabu (21/1/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).

Pantauan detikBali, pengunjung di Mason Elephant Park tidak terlalu banyak. Hanya puluhan pengunjung yang semuanya wisatawan asing yang menikmati atraksi memberi makan gajah, berendam bersama gajah di kolam, dan atraksi memberi makan gajah bagi pengunjung anak.

Sementara itu, beberapa gajah terlihat berjalan santai di area taman atau menikmati makan siangnya berupa tumpukan dedaunan panjang seperti ilalang. Sari menuturkan awal 2026 memang tidak banyak kunjungan wisatawan.

"Ya, tadi hanya wisatawan yang memandikan gajah atau berenang bersama gajah dan memberi makan gajah. Tidak ada tamu yang menunggang gajah," tegasnya.

Diketahui dalam unggahannya, Melanie mempertanyakan melalui media sosial apakah atraksi tunggang gajah di Mason Elephant Park masih dibuka, meskipun sudah menerima surat peringatan dari Kemenhut melalui BKSDA Bali.

"Mau tanya untuk elephant riding apa masih bisa untuk hari Sabtu tanggal 24," kata Melanie dalam tangkap layar percakapan WhatsApp yang diunggahnya di media sosial.

Dalam unggahannya, Melanie mengklaim akun media sosialnya diblokir oleh manajemen Mason Elephant Park setelah menanyakan ketersediaan atraksi tersebut. Ia kemudian menandai akun Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam unggahannya.

"Ada yg bs tag mason, gw d blok pagi ini setelah dapat SP 1 dari @kemenhut. Lapor pak @rajaantoni," tulis Melanie dalam tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diunggah di media sosialnya.




(nor/nor)











Hide Ads