Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klungkung memperketat langkah antisipasi terhadap Influenza A atau yang dikenal sebagai super flu. Upaya ini dilakukan menyusul ditemukannya dua kasus Influenza A di Bali, salah satunya berasal dari Klungkung.
Kepala Dinkes Klungkung I Gusti Ayu Ratna Dwijawati mengatakan pihaknya telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh fasilitas kesehatan. Tujuannya untuk meningkatkan kewaspadaan dini serta kesiapsiagaan penanggulangan super flu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melakukan pemantauan ILI/SARI, ISPA/Pneumonia melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon KLB (SKDR) bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan," kata Ratna dikonfirmasi detikBali, Senin (19/1/2026).
Ratna mengimbau agar masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Termasuk mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker saat sakit atau berada di kerumunan, serta menerapkan etika batuk dan bersin.
Selain itu, Dinkes Klungkung juga meningkatkan kemampuan tenaga medis dalam deteksi dini dan respons cepat terhadap kasus super flu. Seluruh fasilitas kesehatan diarahkan untuk melaporkan penemuan kasus secara berjenjang berikut langkah penanggulangan yang dilakukan.
Sementara itu, Humas RSUD Klungkung I Gusti Widiasa melaporkan belum terdapat kasus super flu baru di Klungkung. Kendati demikian, RSUD Klungkung telah menyiapkan ruang isolasi bagi berbagai jenis penyakit termasuk super flu.
"Untuk ruang operasi sesuai ketentuan menyediakan 10 persen dari total jumlah tempat tidur untuk digunakan sebagai ruang isolasi. Ruang isolasinya untuk semua penyakit termasuk super flu," ucap Widiasa.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar meralat informasi sebelumnya terkait temuan kasus Influenza A atau super flu di Bali. Hingga Januari 2026, baru ditemukan satu kasus positif di Denpasar. Pasien telah menjalani pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction), dan spesimen telah dikirim ke Laboratorium Rujukan BBLK Surabaya.
(nor/nor)










































