detikBali

20 Tahun Minum Kopi dari Termos Berkarat, Pria di Taiwan Tewas

Terpopuler Koleksi Pilihan

20 Tahun Minum Kopi dari Termos Berkarat, Pria di Taiwan Tewas


Sarah Oktaviani - detikBali

Termos kopi. Ilustrasi
Ilustrasi termos. Foto: iStock
Denpasar -

Seorang pria di Taiwan meninggal dunia akibat keracunan timbal setelah hampir 20 tahun mengonsumsi kopi panas dari termos yang sudah tidak layak pakai. Termos tersebut diketahui berkarat dan mengalami korosi di bagian dalam.

Dilansir detikHealth, pria berusia 50-an tu sempat mengalami gangguan kesehatan sebelum meninggal. Ia pernah terlihat kebingungan saat mengemudi hingga menabrak sebuah warung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemeriksaan medis setelah kejadian tersebut tidak menemukan luka luar. Namun dokter mendapati kondisi anemia berat serta gangguan fungsi ginjal.

Termos Berkarat Diduga Lepaskan Logam Berbahaya ke Tubuh

ADVERTISEMENT

Kasus ini bermula dari kebiasaan korban menggunakan termos lama untuk minum kopi panas setiap hari selama lebih dari 19 tahun. Meski bagian dalamnya sudah berkarat dan rusak, ia tetap memakainya.

Dari pemeriksaan medis usai kecelakaan yang menimpanya, dokter tidak menemukan luka luar yang jelas. Tetapi, mereka menyebut pasien mengalami anemia parah dan fungsi ginjal yang abnormal, hingga akhirnya dirawat di bagian nefrologi rumah sakit.

Dikutip dari Mothership, selama perawatan pasien mengeluhkan kelelahan terus menerus. Indera pengecapnya juga mengalami masalah, sehingga sering merasa makanan yang ia konsumsi terasa kurang asin.

Dokter yang memantau kasus ini mengungkapkan bahwa saat lapisan dalam termos sudah menua atau materialnya berkualitas buruk, menyimpan minuman panas dalam jangka panjang dapat membuat logam larut ke dalam cairan.

Paparan timbal dan logam berat lain yang masuk lewat konsumsi minuman bisa merusak sistem saraf dan ginjal, jika terakumulasi dalam tubuh.

Kasus ini sekaligus menjadi peringatan mengenai pentingnya memperhatikan kondisi wadah minuman, terutama yang digunakan berulang kali untuk minuman panas. Selain itu, risiko kesehatan apabila penggunaan terus dilakukan, meski terdapat tanda-tanda kerusakan seperti karat yang jelas.

Baca selengkapnya di detikHealth




(nor/nor)










Hide Ads