Depresi Sakit Asma, Petani Rendang Bunuh Diri di Kandang Babi

Karangasem

Depresi Sakit Asma, Petani Rendang Bunuh Diri di Kandang Babi

I Wayan Selamat Juniasa - detikBali
Kamis, 01 Des 2022 16:58 WIB
Ilustrasi
Foto: Ilustrasi bunuh diri. (Dok.Detikcom)
Karangasem -

Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Diduga depresi akibat penyakit asma dan tekanan darah tinggi seorang petani berinisial IMR (82) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kandang babi di Banjar Dinas Saren Tengah, Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem pada Kamis (1/12/2022).

"Saat ditemukan pertama kali oleh saksi yang merupakan iparnya, mendiang IMR sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan cara gantung diri dengan menggunakan selendang di plafon kandang babi yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya," kata Kapolsek Rendang Kompol Gede Made Punia, Kamis (1/12/2022).


Kompol Punia mengatakan, sebenarnya pada Rabu (30/11/2022) malam mendiang IMR sempat dilihat oleh saksi Ni MM sedang tidur di kamarnya. Melihat hal tersebut saksi kemudian lanjut tidur. Kemudian keesokan harinya saat saksi sedang memasak di dapur tiba-tiba ia mendengar teriakan dari iparnya NWT bahwa mendiang IMR gantung diri di kandang babi.

Mendengar teriakan tersebut, Ni MM kemudian keluar dan ikut melihat ke lokasi. Saat itu beberapa kerabat dan masyarakat sekitar yang mendengar teriakan NWT juga ikut datang untuk mengecek kondisi mendiang IMR.

Setelah dilakukan pengecekan mendiang IMR dinyatakan sudah dalam keadaan meninggal dunia, setelah itu NWT melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Rendang.

Tak lama berselang personil dari Polsek Rendang bersama dengan petugas Kesehatan dari Puskesmas Rendang datang ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan terhadap mendiang IMR. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di dalam tubuh mendiang IMR sehingga bisa dipastikan meninggal murni karena gantung diri.

Berdasarkan keterangan keluarganya, mendiang IMR diduga tega mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena depresi dengan penyakit asma menahun dan tekanan darah tinggi yang tidak kunjung sembuh sejak dulu.

"Dengan kejadian tersebut keluarga mendiang IMR menolak untuk dilakukan autopsi karena mengaku sudah menerima kepergiannya murni karena gantung diri," kata Kompol Punia.



Simak Video "Dijodohkan Ortu, Calon Pengantin Pria di Sulsel Tewas Minum Racun"
[Gambas:Video 20detik]
(hsa/dpra)