Diprotes Warga-Turis, Uji Coba Lalin Tibubeneng Dikurangi jadi 3 Titik

Diprotes Warga-Turis, Uji Coba Lalin Tibubeneng Dikurangi jadi 3 Titik

Tim detikBali - detikBali
Minggu, 30 Okt 2022 14:43 WIB
Uji coba pengalihan arus lalin di shortcut Canggu, Kuta Utara, Badung
Uji coba pengalihan arus lalin di shortcut Canggu, Kuta Utara, Badung. Foto: Triwidiyanti
Badung -

Uji coba pengalihan arus kendaraan di Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali akan mengerucut menjadi 3 titik kemacetan usai menuai protes dari turis dan warga lokal (warlock). Penerapan uji coba pengalihan arus kendaraan akan kembali dilakukan pekan depan pada Jumat (4/10/2022).

Ada 5 titik pengalihan arus kendaraan pada Jumat (28/10/2022) yaitu di Pasar Semat Sari depan Pura Puseh Tegal Gundul, pertigaan di Canggu club, depan lapangan Tibubeneng, simpang Jalan Batu Sari dan shortcut Canggu.

Nantinya pengalihan arus kendaraan pada pekan depan difokuskan di 3 titik yakni Pasar Semat Sari yang akan masuk ke Canggu Permai dari Berawa, perempatan Jalan Batu Sari-Bumbak, dan shortcut Canggu.


Di Jalan Batur Sari, semua kendaraan (mobil, motor) hanya boleh lurus menuju ke Pantai Berawa langsung lurus ke Jalan Tegal Sari. Kendaraan dilarang belok ke kanan atau ke kiri.

Kemudian di shortcut Canggu, mobil dari arah barat tidak bisa lurus melainkan hanya boleh ke kanan atau kiri. Sementara kendaraan motor dari arah shortcut bisa kanan/kiri dan lurus.

"Karena di Pantai Berawa kita tetap dua arah untuk antisipasi dari shortcut Canggu," terang Kelian Dinas Banjar Tegal Gundul I Wayan Suryanta, dihubungi detikBali, Minggu (30/10/2022).

Respons Warlok dan Turis

Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali melakukan uji coba pengalihan arus kendaraan di 5 titik rawan kemacetan. Jalannya uji coba pengalihan arus kendaraan mendapat respons dari warga lokal (warlok) dan turis.

Berdasarkan pantauan detikBali, di beberapa titik nampak padat sehingga mengakibatkan kemacetan panjang. Hal ini disebabkan banyak pengendara yang kaget dengan aturan perdana tersebut.

Ada pengendara yang memaksa namun ada yang menurut. Sempat terjadi perdebatan panjang antara petugas dan pengendara yang memaksa, sehingga menambah kemacetan.

Nengah Mahayasa (28) sopirr dari Bangli mengaku sering membawa tamunya ke Canggu dan Tibubeneng mengaku dirinya menyambut baik adanya pengalihan arus kendaraan. Hal tersebut menurutnya bisa mengurai kemacetan saat keluar dan masuk Desa Tibubeneng dan Canggu.

"Ya saya rasa ini baik untuk mengurai kemacetan di wilayah ini. Soalnya saya sering terjebak macet kalau masuk dan keluar Tibubeneng dan Canggu," katanya, Jumat (28/10/2022).

Hal berbeda disampaikan oleh turis asal Rusia Ivan. Menurut pria berusia 48 tahun itu, situasi pengalihan arus itu sangat tidak menyenangkan.

"Saya baru dua bulan stay di Canggu dan saya rasa jalan macet ini sangat tidak bagus dan tidak menyenangkan," ungkapnya.



Simak Video "Catat! Rekayasa Lalu Lintas Saat Reuni 212 di Masjid At-Tin TMII"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/dpra)