Kisah Inspiratif

PLTMH Kreasi Mahasiswa Bali Berhasil Aliri Listrik Penerangan Jalan

Chairul Amri Simabur - detikBali
Minggu, 09 Okt 2022 22:29 WIB
I Made Agus Permana Dwiputra dengan PLTMH yang dibuat bersama teman sekelasnya, I Gede Gunem Kusuma Wijaya, telah berhasil diujicoba di saluran irigasi Desa Bengkel, Kecamatan Kediri. Foto: Chairul Amri Simabur
Tabanan - Upaya I Made Agus Permana Dwiputra (21) bersama teman sekelasnya, I Gede Gunem Kusuma Wijaya (21), untuk mewujudkan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) tak sia-sia. Pembangkit listrik kreasi dua mahasiswa Politeknik Negeri Bali itu akhirnya berhasil dan telah dimanfaatkan untuk penerangan jalan Subak Bengkel.

Meskipun pembangkit listrik model sederhana itu baru dipakai untuk menerangi Pura Subak Desa Bengkel di Kecamatan Kediri dengan empat bohlam tiga Watt.

"Ternyata bisa. Ya meskipun baru untuk penerangan jalan," kata I Made Agus Permana Dwiputra, Sabtu (8/10/2022).

Ia menuturkan, PLTMH itu dibuat bersama teman sekelasnya, Gunem yang dari Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, sebagai materi ujian akhir program diploma tiga di kampusnya.

"Lumayan nilainya. Dapat A," sambung pemuda dari Banjar Telengis, Desa Bengkel, ini.

Agus Permana menuturkan, PLTMH merupakan pembangkit listrik yang sebetulnya bukan teknologi baru. Namun, ia melihat teknologi ini masih belum banyak diterapkan, khususnya di Bali.

"Karena belum banyak yang menerapkan. Itu yang pertama," ungkapnya.

Gagasan kedua, ia melihat PLTMH merupakan teknologi pembangkit listrik terbarukan yang efisien dari sisi tempat dan bisa disesuaikan dengan kondisi debit air. Apalagi di desanya, potensi untuk menerapkan teknologi ini ada yakni dengan memanfaatkan aliran sungai atau saluran irigasi di persawahan.

"Kalau pembangkit ini prinsip kerjanya sama seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Bedanya, kalau PLTA itu kan mesti buat bendungan besar dan biayanya tinggi. Ini (PLTMH) skala kecil dari PLTA," jelasnya.

Agus Permana menceritakan, ia dan temannya, Gunem, sudah memulai pembuatan PLTMH itu sekitar April 2022 lalu. Diawali dengan pembuatan proposal untuk diujikan.

"Dosen sempat tidak yakin akan berhasil. Kami sudah kena mental waktu itu. Tapi saya dan Gunem bilang, udah gas (kerjakan) saja dulu. Dicoba pelan-pelan dan berhasil" bebernya.

Cerita lengkapnya klik halaman berikutnya

Simak Video "Video Prabowo akan Tutup 13 PLTD: Bisa Hemat 200 Ribu Barel Per Hari"


(nor/irb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork