Seluruh Faskes di Bali Ditargetkan Buka Layanan Pengobatan Tradisional

Seluruh Faskes di Bali Ditargetkan Buka Layanan Pengobatan Tradisional

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Selasa, 27 Sep 2022 14:51 WIB
Penanggung Jawab dan Praktisi Pengobatan Tradisional di Poliklinik Kesehatan Tradisional RS Bali Mandara, Gede Suardana, ketika mengobati salah satu pasiennya pada beberapa waktu lalu.
Penanggung Jawab dan Praktisi Pengobatan Tradisional di Poliklinik Kesehatan Tradisional RS Bali Mandara, Gede Suardana, ketika mengobati salah satu pasiennya pada beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa
Denpasar -

Dinas Kesehatan Provinsi Bali menargetkan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Pulau Dewata melayani pengobatan tradisional. Hal ini demi mewujudkan wellnes tourism di Bali

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom menjelaskan, saat ini pengobatan tradisional telah dibuka di rumah sakit milik pemerintah, seperti RSUD Wangaya, RSUP Prof Ngurah, RSUD Payangan, RSUD Klungkung, RSUD Bali Mandara, dan RSUD Bangli. Sebanyak 12 Puskesmas juga telah melayani pengobatan Tradisional.

"Nanti November 2022, akan dibuka di RSUD Buleleng, RSUD Mangusada, RSUD Jembrana, RSUD Tabanan, dan RSUD Karangasem. Tahun depan diharapkan akan dibuka di RS swasta di Bali, dan ke depannya saya berharap semua RS di Bali membuka layanan kesehatan tradisional," kata Anom ketika dihubungi, Selasa (27/9/2022).


Ia mengungkapkan, pertengahan Oktober 2022, pihaknya akan mengadakan pelatihan khusus bagi tenaga kesehatan (nakes) yang akan menangani pengobatan tradisional. Pasalnya, saat ini pengobatan tradisional di faskes Bali masih terkendala nakes yang belum berkompeten di bidang tersebut.

Pengobatan tradisional terdiri dari akupuntur, pengobatan prana, hingga akupreser. Sementara, dari segi obat, kata Anom, akan menggunakan obat herbal yang telah disediakan.

"Kita punya nilai-nilai adi luhur dan warisan leluhur berupa usadha Bali dan tanaman-tanaman obat yang hampir tiga ribuan di Bali, yang diolah menjadi penyembuhan. Dan itu telah dipakai zaman dahulu oleh leluhur," ungkapnya.

Di sisi lain, pengobatan tradisional sendiri telah diatur dalam Pergub No 55 tahun 2019 tentang layanan tradisional. Sehingga saat ini, pihaknya terus mendorong agar seluruh faskes bisa menerapkan pengobatan tradisional.

"Saya berharap layanan kesehatan tradisional akan berdampingan dengan layanan kesehatan konvensional di RS dan saling mendukung, sehingga pasien bisa memilih mau mendapat layanan yang mana, dan pasien bisa mendapat layanan yang lebih lengkap serta paripurna," tambahnya.



Simak Video "Pengobatan dengan Koin, Akibat Sengatan Lebah Sintang Kalimantan Barat"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)