Derita Parkinson, WN Kanada Tewas Bunuh Diri di Kolam Renang Seminyak

Derita Parkinson, WN Kanada Tewas Bunuh Diri di Kolam Renang Seminyak

I Wayan Sui Suadnyana - detikBali
Sabtu, 24 Sep 2022 20:23 WIB
WN Kanada ditemukan tewas di kolam renang sebuah vila di Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (24/9/2022). (Dok. Polresta Denpasar)
WN Kanada ditemukan tewas di kolam renang sebuah vila di Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (24/9/2022). (Dok. Polresta Denpasar)
Badung -

Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan.

Seorang warga negara asing (WNA) berkebangsaan Kanada inisial IDL (58) diduga tewas karena bunuh diri. Pria itu diduga mengakhiri hidupnya di kolam renang sebuah vila di Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi mengungkapkan, WN Kanada itu diduga nekat mengakhiri hidupnya karena menderita penyakit parkinson. Penyakit pada sistem saraf itu telah diderita olehnya selama 15 tahun.


"Korban meninggal dunia diduga bunuh diri karena korban selama 15 tahun menderita sakit parkinson," kata Sukadi dalam keterangannya kepada detikBali, Sabtu (24/9/2022).

WN Kanada itu ditemukan tewas sekitar pukul 11.45 Wita pada Sabtu (24/9/2022). Awalnya seorang sopir travel bernama I Komang Arief Tri Sanjaya (28) hendak menjemput WNA tersebut bersama temannya sekitar pukul 11.30 Wita.

Tiba di depan vila, sopir travel tersebut langsung mengetuk pintu vila namun tidak ada yang membukakan pintu. Karena tidak ada yang merespons dari dalam vila, ia kemudian membersihkan kaca mobil.

Berselang lima menit, sopir travel itu kembali mengetuk pintu vila dan dibuka oleh teman WN Kanada tersebut bernama Tasha Anita Ripley. Sopir travel kemudian menanyakan keberadaan IDL, tapi temannya itu mengaku tidak mengetahuinya.

Sopir travel bersama teman WN Kanada itu kemudian berusaha mencari keberadaan IDL di sekitar vila. Pria itu akhirnya ditemukan oleh temannya di dasar kolam renang dengan kedalaman sekitar 160 cm.

"Pertama-tama korban ditemukan di dasar kolam renang dalam posisi tengadah dengan kepala di selatan dan kedua kaki di utara. Korban selanjutnya diangkat oleh kedua saksi dan diletakkan di pinggir kolam," terang Sukadi.

Sopir travel bersama wanita itu kemudian turun ke kolam renang untuk mengangkat korban dan mengevakuasinya ke pinggir kolam renang. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pemilik vila dan diteruskan ke Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Seminyak.

WN Kanada itu ditemukan tewas memakai memakai celana pendek boxer warna hitam, baju kaos warna putih, dan menggendong dua buah tas ransel warna hitam yang masing-masing di dalamnya berisi batu pipih untuk pijakan kaki. Batang hidung WN Kanada tersebut mengeluarkan darah.

"Tidak ditemukan luka-luka pada tubuh korban. Di dalam kamar di atas tempat tidur ditemukan selembar surat yang ditulis oleh korban, ditemukan dua lembar browser terkait penyakit parkinson, ditemukan adanya beberapa obat yang dibawa oleh korban untuk penyakit yang korban derita," ujar Sukadi.

Menurut Sukadi, berdasarkan keterangan teman wanitanya tersebut, WN Kanada itu telah menderita penyakit parkinson sejak 15 tahun lalu dan sekitar empat tahun lalu penyakitnya semakin parah. WN Kanada itu mengonsumsi obat yang dibawa dari negaranya.

"Korban mengkonsumsi obat yang dibawanya dari Kanada setiap hari dan setiap kambuh. Korban terakhir melakukan chatting dengan pacarnya menyuruh agar Komang sopirnya menjemput jam 11.30 Wita," ungkap Sukadi.



Simak Video "Pantai Kuta, Menikmati Indahnya Seberkas Cahaya Senja, Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)