Nasib 350 Calon PMI Bali, Utang Puluhan Juta-Diklaim Laporan Terbesar

Round Up

Nasib 350 Calon PMI Bali, Utang Puluhan Juta-Diklaim Laporan Terbesar

Tim detikBali - detikBali
Sabtu, 24 Sep 2022 10:11 WIB
Mediasi antara perwakilan calon PMI, pihak Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, hingga tim Polda Bali di kantor Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Jumat (23/9/2022).
Foto: Mediasi antara perwakilan calon PMI, pihak Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, hingga tim Polda Bali di kantor Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Jumat (23/9/2022). (Ni Made Lastri Karsiani Putri/detikBali)
Denpasar -

Sebanyak 350 calon pekerja migran Indonesia (PMI) di Bali menjadi korban dugaan penipuan oleh PT Mag Diamond. Tak sedikit dari mereka yang terpaksa berutang agar bisa diberangkatkan dan bekerja di luar negeri. Bahkan, seorang korban mengaku tergiur dengan iming-iming gaji Rp 70 juta per bulan.

Hal tersebut seperti diakui Ketut Sudiratya (42), satu dari ratusan calon PMI Bali yang mengaku jadi korban penipuan PT Mag Diamond. Sudiratya menyebut dirinya rela berutang demi bisa mengumpulkan biaya sejumlah Rp 25 juta.

Uang tersebut kemudian ditransfer ke rekening PT Mag Diamond dengan harapan segera diberangkatkan untuk bekerja sebagai staf front office sebuah hotel di Jepang.


"Saya sudah transfer Rp 25 juta di Januari 2020 dan dijanjikan akan berangkat Agustus 2020. Tapi karena Agustus lock down, kami masih terima. Tapi, ini terus diundur dan diundur sampai akhirnya di tahun ini kami meledak seperti ini," ucap Sudiratya usai mediasi di kantor Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Jumat (23/9/2022)

Sudiratya mengaku mengetahui PT Mag Diamond dari temannya yang juga bergabung sebagai calon PMI di tempat tersebut. Ia pun tak memiliki rasa curiga ketika keberangkatannya tersebut diundur oleh PT Mag Diamond. Terlebih lagi, saat itu masih dalam suasana pandemi COVID-19.

Menurut Sudiratya, dia dan rekan-rekannya tergiur untuk bergabung dengan PT Mag Diamond saat dijanjikan gaji sebesar Rp 70 juta per bulan. Selain itu, mereka semakin tertarik lantaran tidak diwajibkan menguasai bahasa Jepang untuk dapat bekerja di Negeri Sakura.

13 Korban Sudah Lapor Polda Bali

Sebanyak 13 orang calon pekerja migran Indonesia (PMI) telah melaporkan dugaan penipuan oleh PT Mag Diamond ke Polda Bali. Mereka dijanjikan akan diberangkatkan untuk bekerja di bidang spa, perkebunan, dan hospitality di Jepang dan Australia sejak 2019.

"Laporan korban sudah kami tindaklanjuti dan periksa. Ada yang sudah bayar ke PT Rp 22 juta untuk bekerja di bidang spa, Rp 30 juta untuk perkebunan, dan Rp 30-35 juta untuk perhotelan," kata Panit II Unit III Subdit IV Ditreskrimsus Polda Bali Bidang Ketenagakerjaan, AKP Si Ketut Arya Pinatih di kantor Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Jumat (23/9/2022).

Menurutnya, masih ada 337 korban lainnya yang belum melapor karena informasi awal terkait jumlah korban dugaan penipuan tersebut sebanyak 350 orang. "Saran kami bagi korban yang belum lapor segera melaporkan supaya peristiwanya terang," imbuhnya.

Arya menuturkan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 5 orang dari PT Mag Diamond. Menurutnya, pihak PT Mag Diamond mengaku batal memberangkatkan calon PMI asal Bali itu pada Agustus 2021 karena ada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

PT Mag Diamond juga disebut kembali menjanjikan akan memberangkatkan calon PMI tersebut pada Agustus 2022, namun janji itu tak kunjung terealisasi. Saat diselidiki polisi, ternyata kantor PT Mag Diamond di Kuta dan Denpasar sudah tutup dan tidak beroperasi.

"Kami sudah melakukan penyelidikan di lapangan (kantor PT Mag Diamond), tapi semuanya tutup. Namun, kita melakukan beberapa langkah dengan memanggil mantan-mantan karyawan mereka yang pernah kerja di sana. Ini yang akan menjadi refrensi kita untuk membuat lebih terang dari peristiwa ini," ungkapnya.

Niluh Djelantik: Ini Laporan Paling Besar

Tokoh masyarakat di Bali, Niluh Djelantik bakal melaporkan kasus dugaan penipuan terhadap ratusan calon pekerja migran Indonesia (PMI) oleh PT Mag Diamond ke Polda Bali, selain 13 korban yang sudah melapor. Niluh menyebut pelaporan yang dilakukan bersama ratusan korban dugaan penipuan itu sebagai laporan terbesar di Indonesia.

"Kami akan melakukan pelaporan ke Polda Bali bersama 300 korban lainnya. Jadi, ini akan jadi laporan paling besar di negeri ini, bagaimana ratusan calon PMI mencari keadilan, memperjuangkan hak yang mereka dapatkan melalui koridor-koridor taat hukum," kata Niluh Djelantik di kantor Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Jumat (23/9/2022).

Niluh yang juga turut mengawal kasus tersebut mengaku telah menemui Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah pada Senin (19/9/2022) lalu. Ia pun menyampaikan kasus dugaan penipuan terhadap calon PMI di Bali.

Menurut Niluh, para korban berharap uang yang telah ditransfer kepada PT Mag Diamond bisa segera dikembalikan. "Yang paling penting adalah uang anak-anak ini kembali dan kami harapkan mereka (PT Mag Diamond) tidak melanggar hukum lagi karena penjara menanti. Restorative justice akan difasilitasi Polda Bali dan memang kita harus bergerak dengan cepat," imbuhnya.



Simak Video "Viral Bule di Bali Kelabui Petugas dengan Melukis Masker di Wajah"
[Gambas:Video 20detik]
(hsa/hsa)