Geliat Pariwisata Bali Usai Pandemi, Sandiaga: Ingat Sepi Saat Ramai

Geliat Pariwisata Bali Usai Pandemi, Sandiaga: Ingat Sepi Saat Ramai

Tim detikBali - detikBali
Minggu, 18 Sep 2022 06:09 WIB
Para penumpang naik dan turun kapal langsung di bibir Pantai Sanur, Bali, Sabtu (2/7/2022). Pemandangan ini terlihat karena pelabuhan masih dalam proses pembangunan. Pelabuhan Sanur diperkirakan selesai pada September 2022.
Ilustrasi - Para penumpang naik dan turun kapal langsung di bibir Pantai Sanur, Bali. (Foto: Ari Saputra)
Denpasar -

Setelah dihantam pandemi COVID-19 yang berkepanjangan, industri pariwisata Bali perlahan mulai menggeliat. Tak hanya wisatawan domestik, wisatawan asing juga mulai berdatangan dan tampak wara-wiri di sejumlah kawasan wisata di Bali.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mewanti-wanti agar orang Bali tidak terlena dengan makin banyaknya turis yang berlibur ke Pulau Dewata. Ia pun berpesan: ingat sepi saat ramai.

"Saya mengutip pernyataan Pak Bupati Klungkung, ingat sepi saat ramai, jadi ini penting sekali guys," kata Sandiaga di sela-sela kunjunganya di Nusa Penida, Klungkung, Bali, Sabtu (17/9/2022).


Sandiaga menyinggung bahwa pada 2020 lalu, wisatawan domestik menjadi tulang punggung industri pariwisata di Bali. Itulah sebabnya, kedatangan wisatawan Nusantara atau domestik juga patut dilayani dengan baik sebagaimana melayani wisatawan mancanegara.

"Berilah pelayanan terbaik, jangan didiskriminasi dan berikan juga suatu kesan keluar bahwa kita tidak membeda-bedakan," imbuhnya.

Menurut Sandiaga, pergerakan wisatawan Nusantara tahun ini telah melebihi target, yakni 550 juta pergerakan. Sebagian besar dari pergerakan tersebut menuju ke Pulau Dewata.

"Jadi, sekali lagi saya secara tegas perintahkan untuk kita memberikan persamaan perlakuan wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara. Beri pelayanan terbaik demi citra Bali dan citra Indonesia sebagai negara yang sangat aman, nyaman dan menyenangkan untuk pariwisata," tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Sandiaga mengaku terkejut dengan peningkatan kunjungan wisatawan ke Nusa Penida, Nusa Ceningan, dan Nusa Lembongan. Dalam sehari, sebanyak 3 ribu-5 ribu wisatawan mengunjungi Nusa Penida hingga Nusa Lembongan. Ia menyebut ketiga objek wisata itu sebagai berlian segitiga emas.

"Angka ini didominasi wisatawan mancanegara. Mulai dari Belanda, Jerman, India hingga Asian. Inilah yang harus kita rawat terus," katanya.

Menurutnya, banyak pelaku ekonomi kreatif di kawasan tersebut yang memiliki potensi besar. Seperti salah satunya restoran Green Kubu Nusa Penida yang mampu menarik 500-600 kunjungan per harinya. Selain produk kuliner, tempat tersebut juga menghadirkan produk kriya hingga fashion.

Sebagai informasi, selama periode Januari-Agustus 2022, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencatat jumlah 6.918.797 pergerakan penumpang dengan rincian 5.037.316 pergerakan penumpang rute domestik, 1.859.767 pergerakan penumpang rute internasional, dan 21.714 pergerakan penumpang transit domestik. Catatan tersebut menempatkan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali berada di urutan pertama jumlah pergerakan penumpang terbanyak dari bandara di bawah pengelolaan Angkasa Pura I.



Simak Video "Menparekraf Jawab Isu Larangan Konser hingga Akhir Desember 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)