Perkembangan Pesat Canggu hingga Jadi Surga Para Digital Nomad

Perkembangan Pesat Canggu hingga Jadi Surga Para Digital Nomad

Tim detikTravel, Tim detikBali - detikBali
Sabtu, 17 Sep 2022 09:38 WIB
Situasi di depan pelang Pura Kahyangan Jagat Batu Bolong di Desa Adat Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Jumat (16/9/2022) dini hari.
Situasi di depan pelang Pura Kahyangan Jagat Batu Bolong di Desa Adat Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Jumat (16/9/2022) dini hari. (Foto: I Wayan Sui Suadnyana/detikBali)
Badung -

Kawasan Canggu mendapat sorotan setelah munculnya petisi online yang mengkritisi bisingnya suara musik dari tempat hiburan baik bar maupun restoran di kawasan tersebut. Canggu sebagai kawasan pariwisata di Bali memang sedang berkembang pesat hingga menjadi surga bagi para digital nomad.

"Canggu bertumbuh sedemikian rupa yang awalnya destinasi akomodasi, banyak berdiri vila dan juga penunjang vila, yang berubah menjadi kondominium hingga berkembang lagi menjadi town house," kata pengamat sekaligus pelaku parwisata Bali, I Wayan Puspa Negara dikutip dari detikTravel, Sabtu (17/9/2022).

"Apalagi, sektor kuliner berkembang. Restoran juga tidak hanya cukup menyajikan makanan, namun juga minuman kelasnya pun juga berbeda. Nah sehingga dibutuhkanlah inovasi. Dan, inovasi inilah sebuah kultur perkembangan pariwisata yang masih berbenturan dengan kultur masyarakat secara tradisional," imbuhnya.


Terkait munculnya petisi online yang mengeluhkan polusi suara di Canggu, Puspa Negara menyebut peran pemerintah sangat diperlukan. Tak cukup hanya dengan aturan, menurutnya yang terpenting adalah menegakkan aturan yang ada.

"Sekarang kan kita sudah ada aturan dan rancangan wilayahnya sudah jelas. Tinggal sekarang penegakannya," pungkasnya.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan Canggu menjadi penyumbang okupansi hotel paling tinggi di Badung, Bali, yakni 80 persen. Sementara, rata-rata okupansi hotel di Bali secara umum saat ini berada di angka 65 persen

"Kawasan Canggu ini lagi booming dan kita harus jaga, rawat dan pelihara. Saya berharap nantinya G-20 sebagai game changer-nya harus sukses dan kita harapkan pariwisata Bali bisa booming di tahun 2023," kata Suryawijaya di Denpasar, Rabu (14/9/2022).

Surga bagi Para Digital Nomad

Dilansir dari detikTravel, Canggu yang kini berisik dengan kebisingan dari kelab malam dan bar diminati para digital nomad. Kajian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyebut Canggu menjadi wilayah dengan jumlah digital nomad terbesar di Bali. Lainnya, tersebar di kawasan Jimbaran dan Uluwatu.

Adapun berdasarkan data periode Januari-Agustus 2022, terdapat sekitar 3.017 wisatawan datang ke Indonesia sebagai digital nomad. Mereka bekerja secara digital atau menggunakan tools online dari tempat mana pun yang mereka pilih secara mandiri.

"Menurut kajian kami, Canggu merupakan wilayah dengan jumlah digital nomad terbesar di Bali," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Jakarta Pusat, Senin (12/09/2022).

Sandiaga menyebut, kini para pekerja digital nomad Warga Negara Asing (WNA) bisa menggunakan visa tujuan sosial budaya B211. Visa B211 itu berlaku selama dua bulan dan bisa diperpanjang untuk waktu enam bulan.

"Ini yang menjadi daya tarik sekarang bahwa kita sudah punya visa khusus sosial budaya, yang bisa digunakan oleh digital nomad," kata Sandiaga.



Simak Video "Kronologi Penangkapan Pencuri di Jembrana yang Libatkan ODGJ"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)