PTDI Kerja Sama dengan Airbus Produksi Helikopter-Pesawat Militer

PTDI Kerja Sama dengan Airbus Produksi Helikopter-Pesawat Militer

Tim detikFinance - detikBali
Kamis, 08 Sep 2022 02:20 WIB
Pesawat NC212i yang menjalankan misi ferry flight ke Thailand
Foto: Pesawat buatan PTDI (Yudha Maulana/detikJabar)
Jakarta -

PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) menjajaki kerja sama produksi komponen aerostruktur helikopter dan pesawat militer dengan Airbus. Kedua perusahaan telah meneken MoU terkait proyek ini.

Dilansir dari detikFinance, Airbus akan melibatkan anak usahanya Airbus Defence and Space serta Airbus Helicopters dalam kerja sama produksi dengan PTDI untuk mengembangkan bisnis produksi komponen aerostruktur.

Kedua pihak akan mengembangkan peta jalan strategis yang mengedepankan daya saing masing-masing dan dukungannya untuk ekosistem penerbangan di Indonesia. Airbus akan mendukung PTDI di bidang yang berkaitan dengan perencanaan sumber daya dan jadwal, serta dukungan teknis dan manajemen.


"Airbus adalah mitra strategis kuat yang dapat berkontribusi terhadap transformasi PTDI untuk menjadi pemain utama dalam industri penerbangan di kawasan ini," ujar Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan dalam keterangan tertulis, Rabu (7/9/2022).

Sementara itu, Presiden Airbus Asia-Pacific Anand Stanley mengatakan, pihaknya dan PTDI telah menjalin hubungan kerja sama yang panjang sejak tahun 1976. Dimulai dengan lisensi untuk memproduksi pesawat taktis NC212 dan helikopter NBO-105.

"Airbus berkomitmen untuk mempertahankan posisinya sebagai mitra terbesar Indonesia dalam industri penerbangan dan kami berharap dapat terus meningkatkan hubungan kerja sama dengan PTDI," sebut Stanley.

Kini, Airbus adalah produsen terdepan segmen helikopter di Indonesia dengan sekitar 150 helikopter aktif yang digunakan oleh lebih dari 30 operator Indonesia. Angka tersebut mencakup sepertiga dari total pasar Indonesia, yang armadanya terdiri dari helikopter bermesin tunggal, bermesin ganda, hingga yang lebih besar seperti model H225M terbaru.

Sementara itu, pemerintah Indonesia adalah pengguna utama pesawat militer Airbus - terutama pesawat angkut seperti C295. Saat ini, terdapat 11 C295 yang beroperasi bersama Angkatan Udara Indonesia dan Kepolisian Indonesia.

Pada November 2021 lalu, Kementerian Pertahanan telah memesan dua unit A400M. Dengan kemampuan angkut yang besar, pesawat multiperan ini akan berperan penting dalam berbagai misi termasuk terjun payung, transportasi kargo berat, dan misi evakuasi. Kementerian Pertahanan juga telah menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk pembelian empat A400M tambahan di masa depan.



Simak Video "Korban Ketiga Kru Helikopter Polri yang Jatuh di Babel Ditemukan!"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)