Menakar Kemungkinan Koalisi PDIP-Gerindra-PKB Usai Para Elite Bertemu

Tim detikNews - detikBali
Jumat, 19 Agu 2022 10:05 WIB
Lembaga survei Politika Research & Consulting (PRC) bersama Paremeter Politik Indonesia (PPI) merilis hasil survei kandidat calon presiden 2024.
Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno (Foto: Dok. Istimewa)
Bali -

PDI Perjuangan (PDIP) disebut-sebut bakal melakukan pertemuan dengan elite dari Gerindra dan PKB. Pertemuan tersebut dikabarkan akan membahas Pemilu 2024. Lantas, apakah PDIP-Gerindra-PKB bakal berkoalisi usai pertemuan para elite ketiga partai tersebut?

Dilansir dari detikNews, Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebelumnya mengatakan pihaknya bakal menggelar pertemuan dengan PDIP. Cak Imin pun memastikan pertemuan itu akan membicarakan soal kontetasi politik 2024 mendatang.

"Ya masih terus komunikasi semua pihak ya termasuk PDIP," kata Cak Imin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/8/2022).


Cak Imin telah menyampaikan bakal menggelar pertemuan dengan PDIP. Dia mengaku sejauh ini pihaknya sering berdiskusi dengan PDIP soal Pemilu 2024.

"Iya (bakal gelar pertemuan). Sering sih ketemu, tapi ya akan pasti akan pertemuan," ujarnya.

"Selalu. Setiap saat sering ketemu. Diskusi-diskusi," kata Cak Imin saat ditanya soal apakah pembicaraan itu terkait isu Pemilu 2024.

Sementara itu, Partai Gerindra juga mengatakan rencana pertemuan dengan PDI Perjuangan (PDIP) usai koalisi Gerindra dan PKB dideklarasikan. Hal itu disampaikan oleh Sekjen Gerindra Ahmad Muzani.

"Kami hubungan dengan PDIP sangat bagus dan komunikasi kami dengan PDIP pasca-kerja sama antara Gerindra dengan PKB juga sangat bagus," kata Muzani kepada kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/8/2022) dikutip dari detikNews.

Kemungkinan Koalisi PDIP-Gerindra-PKB

Rencana pertemuan elit PDIP-Gerindra-PKB tersebut berpeluang menghasilkan koalisi ketiga partai. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno.

"Ini pertemuan all president's party. Sangat mungkin ketiga partai ini berkongsi dan melebur jadi satu poros politik, toh sejauh ini tidak ada jarak di antara ketiga partai itu, chemastry-nya masih kuat," kata Adi kepada wartawan, Kamis (18/8/2022) dikutip dari detikNews.

Menurut Adi, jika PDIP-Gerindra-PKB berkoalisi, sangat mungkin poros politik lain seperti Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang diusung Golkar, PPP dan PAN akan berminat bergabung. Sebab, kata dia, partai-partai tersebut sama-sama 'partainya Jokowi'.

"Dan PDIP juga hubungannya cukup baik dengan elite-elite KIB. Jika itu yang terjadi, merem aja koalisi besar ini menang pilpres, dengan catatan mengusung capres yang kuat," ucapnya.

Adi menilai, PDIP sangat perlu untuk melakukan koalisi. Menurutnya, koalisi bagi PDIP bukan hanya untuk menang Pilpres 2024, tapi juga membangun kekuatan politik di parlemen.

"Tentu PDIP tak mau seperti awal-awal Jokowi jadi presiden 2014 dimana kekuatan politik parlemen saat itu didominasi kubu Prabowo yang oposan. Praktis kebijakan politik Jokowi saat itu diprotes dan ditolak parlemen," ujarnya.

Adi pun kemudian menyebut poros politik yang sudah terbentuk secara otomatis akan berubah total jika PDIP sudah melakukan komunikasi politik ke partai lain. Adi mengatakan ada tiga faktor yang akan membuat poros politik berubah.

"Pertama PDIP punya Jokowi yang jadi presiden dan punya magnet kuat. Kedua, PDIP punya Megawati yang cukup powerfull yang bisa menjahit koalisi dengan partai lain. Ketiga, PDIP punya capres," imbuhnya.

Lebih lanjut, Adi mengatakan poros politik yang sudah terbentuk secara otomatis akan berubah total jika PDIP sudah melakukan komunikasi politik ke partai lain. Ada tiga penyebab utamanya.

"Pertama PDIP punya Jokowi yang jadi presiden dan punya magnet kuat. Kedua, PDIP punya Megawati yang cukup powerfull yang bisa menjahit koalisi dengan partai lain. Ketiga, PDIP punya capres," imbuhnya.



Simak Video "PDIP Tak Mau Berkoalisi, PKS Bilang Begini"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)