4 Menteri Dikabarkan Siap Maju Pilpres 2024, Ini Pesan Presiden Jokowi

Tim detikNews - detikBali
Kamis, 18 Agu 2022 23:11 WIB
Jokowi Kenakan Baju Adat Dolomani dari Buton di Upacara HUT ke-77 RI (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi. Foto: Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Denpasar -

Beredar kabar empat Menteri Kabinet Indonesia Maju menyatakan siap maju dalam Pilpres 2024 mendatang. Empat menteri itu adalah Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto, Erick Thohir, dan Sandiaga Uno.

Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan kepada sejumlah menteri yang akan maju dalam Pilpres 2024 tersebut.

"Jangan dijadikan pemilu itu sebagai mengkhawatirkan yang menyeramkan, karena memang pemilu itu harus dibawa sebagai demokrasi gagasan. Sebuah demokrasi ide. Kita berharap pemilu ke depan ini banyak menggunakan teknologi informasi, banyak gunakan teknologi digital dalam kampanye," kata Jokowi, dikutip CNBC Indonesia, Kamis (18/8/2022) seperti dikutip detikNews.


Meskipun begitu, ia menegaskan, untuk para menteri yang akan maju dalam ajang tersebut tidak boleh melupakan atau mengesampingkan tugas pokok mereka. Mereka harus mengutamakan kepentingan rakyat dan tugas negara.

"Kekhawatiran itu wajar tapi menteri yang telah dilantik itu sudah janjian di awal mereka harus bekerja keras harus mengutamakan rakyat mengutamakan tugas negara. Tapi kalau ada yang masuk ke politik dan menjadi kandidat 2024 saya tidak melarang. Karena apapun ini adalah demokrasi. Tetapi jangan sampai meninggalkan tugas-tugas utama untuk rakyat untuk negara," jelasnya.

Dalam menjalankan tugasnya pun, para menteri tidak boleh asal. Jokowi menegaskan mereka harus bekerja berdasarkan data di lapangan secara detail.

"Tadi saya sampaikan, bahwa semua harus bekerja keras dengan memakai angka-angka dan data, makronya terkuasai mikronya terkuasai. Tetapi yang lebih penting kerja yang lebih detail," katanya.

Meskipun begitu, ia menegaskan kepada seluruh kandidat yang bakal maju di ajang Pilpres 2024 mampu lebih bekerja keras karena tantangan dunia ke depan akan semakin berat. Serta yang terpenting seluruh kandidat harus mampu menjaga kerukunan dan persatuan Indonesia.

"Yang menentukan yang bisa menyajikan kandidat adalah partai politik atau gabungan partai politik itu yang harus kita ingat. Kemudian yang menentukan dan memilih adalah rakyat. Tetap yang ingin saya sampaikan jangan sampai ada fanatisme berlebihan, jangan anarkis, selalu ingat pentingnya kerukunan, persatuan, dan yang jelas presiden ke depan harus bekerja keras. Karena tantangan dunia yang kita hadapi tidak ringan, semakin besar, dan semakin sulit," tutup Jokowi.



Simak Video "Sandiaga saat Ditanya soal Nyapres: Kita Fokus Selesaikan Tugas!"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)