Deolipa Laporkan Pengacara Baru Bharada E-Bakal Polisikan Kabareskrim

tim detikNews - detikBali
Rabu, 17 Agu 2022 05:58 WIB
Mantan kuasa hukum Bharada E atau Richard Eliezer, Deolipa Yumara
Mantan Pengacara Bharada E atau Richard Eliezer, Deolipa Yumara. Foto: Mulia Budi/detikcom
Bali -

Mantan pengacara Bharada E atau Richard Eliezer, Deolipa Yumara telah melaporkan pengacara Bharada E, Ronny Talapessy, ke Polres Metro Jakarta atas dugaan pencemaran nama baik. Deolipa juga akan melaporkan Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrian.

Ia mengatakan, laporan polisi terhadap Kabareskrim akan dilakukan saat laporan dugaan pencemaran nama baik dengan terlapor pengacara Bharada E naik penyidikan. Hal ini dilakukan lantaran Deolipa menilai Kabareskrim sudah menyindirnya.

"Pak Ronny makasih ya, sudah memberikan berkat buat saya, berkat terindah buat Kabareskrim juga karena begini, kalau ini terbukti secara penyidikan, kan yang nyindir saya bukan cuman Pak Ronny tapi Pak Kabareskrim. Ketika naik sidik (penyidikan) saya langsung laporkan juga Kabareskrim yang sudah nyindir saya," kata Deolipa Yumara kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (16/8/2022), dilansir dari detikNews.


Deolipa menyebut, dirinya saat ini masih menantikan laporan terhadap Ronny Talapessy naik penyidikan, sehingga membuktikan adanya pencemaran nama baik. Dan jika laporan tersebut terbukti, maka giliran Kabareskrim yang akan dilaporkan ke polisi.

"Kalau nggak nih, satu bulan jadi sidik (penyidikan) dari lidik (penyelidikan), saya akan laporkan Kabareskrim kepada Polres ini lah, kan wilayah sini dengan dugaan adanya pencemaran Undang-Undang ITE. Kenapa? Karena bukan tupoksinya Kabareskrim bicara kepada masyarakat tentang itu, tupoksi yang benar adalah Divisi Humas Mabes Polri," tuturnya.

Ia membawa barang bukti video YouTube hingga rekaman CCTV saat melaporkan Ronny Talapessy. Dari bukti tersebut, ungkap Deolipa, seharusnya Kabareskrim bisa menilai dirinya.

"Alat bukti itu CCTV di Bareskrim di ruang kamneg, di ruangnya dir termasuk juga di ruang kamneg keseluruhan itu ada CCTV lengkap, sehingga apa yang terjadi seluruhnya harusnya itu yang dipakai sebagai acuan Kabareskrim untuk menilai saya dan Pak Burhanuddin," ujarnya.

Deolipa mengaku punya alasan melakukan konferensi pers dengan awak media saat menggantikan pengacara Bharada E, Andreas Nahot Silitonga yang mengundurkan diri. Menurutnya, konferensi pers itu merupakan kesepakatan untuk mengumumkan penunjukan dirinya sebagai pengacara baru Bharada E.

"Ketika saya akan konpers itu bukanlah saya kemudian tiba-tiba turun, ketika mau konpers kami berpikir secara hukum, kalau kami tidak konpers, wartawan ini tahunya ada pengacara mundur dan belum ada pengacaranya, sehingga dianggap tidak ada penyidikan," kata Deolipa.

"Nah saya dengan Pak Burhanuddin sepakat dengan Pak Andi Rian (Dirtipidum) dengan PakWiro Satria, Kasubdit dan Kanit Pak Doktor Suradi, kami harus konpers untuk mengisi kekosongan hukum supaya tidak ada kecacatan, terus bagaimana? Saya rapat dengan mereka di ruang kasubdit, kalau gitu begini, 'bang Olif' kata Pak Andi Rian, 'anda jalankan saja konferensi pers dengan cara normatif," sambungnya.

Pengacara Baru Bharada E Dilaporkan Polisi

Deolipa mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk melaporkan pengacara baru Bharada E, Ronny Talapessy atas dugaan pencemaran nama baik. "Tempat kejadian di Jakarta Selatan perkara pencemaran nama baik melalui media elektronik, terlapornya adalah Ronny Talapessy sarjana hukum, korbannya adalah Deolipa Yumara," ujarnya.

Ia menyebut namanya telah tercemar atas pernyataan Ronny Talapessy. Laporan teregister dengan nomor polisi B/1950/VIII/2022/SPKT Polres Metro Jakarta Selatan/Polda Metro Jaya tertanggal 16 Agustus 2022 pukul 18.35 WIB.

"Karena saya dicemarkan nama baik saya di media elektronik, di mana saya itu dicemarkan karena kebanyakan manggung, pertama. Yang kedua, bikin si Bharada Eliezer enggak tenang. Ketiga, lagi penyidikan saya turun-turun saja, ke mana ke bawah, ke dasarnya untuk press conference istilahnya itu," tuturnya.



Simak Video "Deolipa Gugat Bareskrim-Bharada E, Minta Fee Rp 15 M"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)