Sandiaga: Kunjungan Turis Tak Turun Usai Senator Australia Hina Bali

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Jumat, 12 Agu 2022 12:34 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno bersama GM Bandara I Gusti Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Jumat (12/8/2022)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno bersama GM Bandara I Gusti Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Jumat (12/8/2022). (Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri/detikBali)
Badung -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi pernyataan kontroversial Senator Australia Pauline Hanson yang menghina Bali dan menyebut kotoran sapi bertebaran di jalanan. Menurutnya, pernyataan Senator Australia tersebut tak berdampak pada penurunan jumlah kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia, khususnya Bali.

Tanggapan tersebut disampaikan Sandiaga Uno saat kunjungan kerjanya ke Bali, Jumat (12/8/2022).

"Tidak menurunkan jumlah kunjungan wisatawan Australia. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke seluruh daerah di Indonesia sebanyak 750 ribu dengan posisi pertama Australia, Singapura, Malaysia dan India," kata Sandiaga Uno di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.


Sandiaga menambahkan, lembaga lintas kementerian bersama pemerintah di Australia langsung berkoordinasi setelah pernyataan Senator Australia itu viral. Ia berharap, ke depan tidak ada lagi isu-isu negatif yang tidak akurat dan cendrung kategorinya hoaks.

"Ini semua adalah langkah kolaboratif semua pihak. Mulai dari pemerintah pusat, daerah, Pak Gubernur, dan Wagub yang langsung menanggapi dan semua masyarakat ikut mengomentari. Ternyata the power of gotong royong itu luar biasa dampaknya," ungkapnya.

Sementara itu, GM Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Handy Heryudhitiawan menjelaskan pihaknya langsung memonitor jumlah kunjungan wisatawan Australia ke Bali setelah pernyataan Senator Pauline Hanson tersebut viral. Menurut Handy, tidak ada penurunan kunjungan wisatawan Australia ke Bali selama periode waktu tersebut.

"Justru yang ada malah beberapa maskapai yang mengajukan penambahan frekuensi dari Australia ke Bali. Sejauh ini, untuk tujuh kota Australia sudah semuanya terbang ke Bali mulai dari Sydney, Melbourne, hingga Darwin. Dan juga beberapa tujuan seperti Sydney dan Melbourne bisa tiga kali sehari melakukan penerbangan ke Bali," ungkapnya.

Sebelumnya, Senator Australia Pauline Hanson menyinggung kotoran sapi bertebaran di jalanan Bali. Pernyataan Hanson soal Bali itu viral di media sosial.

Hanson dalam video yang viral itu menyebut kotoran sapi bertebaran di jalanan Bali. Hanson juga mengungkapkan kekhawatirannya soal WN Australia bisa menularkan penyakit mulut dan kuku (PMK) setelah dari Bali.

"Bali berbeda dengan negara lain," ujar Hanson.

"Kotoran sapi bertebaran, dan orang berjalan di atasnya, dan terbawa di pakaiannya, dan orang itu kembali ke negara ini (Australia)," jelas Hanson berapi-api.



Simak Video "Kabar Baik! Kunjungan Wisman ke RI Meroket Hingga 40 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/kws)