Pemdes Sumberklampok Tak Tahu Alasan Dicoretnya Bandara Bali Utara

Made Wijaya Kusuma - detikBali
Sabtu, 30 Jul 2022 20:23 WIB
Kantor Perbekel Desa Sumberklampok.
Foto: Kantor Perbekel Desa Sumberklampok. (Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Buleleng -

Pemerintah Desa (Pemdes) Sumberklampok belum mengetahui pasti jika pembangunan Bandara Bali Utara dicoret dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Pemerintah Pusat. Sebab surat resmi terkait pencoretan Bandara Bali Utara dari PSN itu hingga kini belum diterima oleh Pemdes.

Perbekel Desa Sumberklampok I Wayan Sawitra Yasa mengatakan bahwa isu tersebut sifatnya masih simpang siur di masyarakat. Karena informasinya masih belum jelas, apa yang menjadi alasan Bandara Bali Utara dicoret.

Selain itu pemerintah sebelumnya, juga telah menuntaskan draft Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Dimana dalam draft tersebut Desa Sumberklampok akan menjadi zona inti bandara. Pengukuran lahan pun telah dilakukan oleh kementerian dan dinas terkait. Dengan luasan lahan yang diperlukan kurang lebih sekitar 320 hektar.


"Kalau sudah ditetapkan di RDTR tapi tahu-tahu ada penghapusan, pastinya menjadi tanda tanya besar. Selain itu alasannya ini juga belum jelas," kata Perbekel Desa Sumberklampok I Wayan Sawitra Yasa saat dikonfirmasi detikBali, Sabtu (30/7/2022).

Menurut Sawitra Yasa, pihaknya kini hanya menunggu informasi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat terkait dengan penghapusan Proyek Bandara Bali Utara di Desa Sumberklampok. Sehingga mereka dapat mengetahui dengan pasti kebenaran isu yang beredar tersebut.

"Untuk masalah dihapusnya itu kan kewenangan pemerintah pusat. Kalau konfirmasi terkait penghapusan program strategis nasional belum kami ketahui. Kebetulan informasi itu hanya kami dengar katanya. Terkait hal itu mungkin nanti bisa ada surat resmi yang disampaikan oleh pemerintah pusat," katanya.

Lanjut Sawitra menyebut jika masyarakat setuju dan mendukung apabila bandara dibangun di tersebut di Desa Sumberklampok. Sebab lapangan pekerjaan akan lebih banyak, serta nilai tanah juga dinilai akan naik. Sehingga masyarakat akan mendapatkan dampak yang positif.

"Tentu ini ada sisi positif dan negatifnya. Sisi negatifnya pasti bagi yang berprofesi sebagai petani lahan akan semakin sempit. Akan tetapi untuk ke depan dengan adanya bandara ini kami yakin, akan memiliki prospek yang sangat bagus. Dimana masyarakat akan memiliki peluang kerja yang semakin besar," imbuhnya.

Sementara itu salah satu warga Desa Sumberklampok bernama Made Sutamayasa (50) yang berprofesi sebagai petani cabai mengaku mendukung program pemerintah yang akan membangun bandara di desanya itu. Walaupun sebagai petani akan dirugikan karena lahan bertani semakin sedikit. Namun menurutnya pembangunan bandara akan sangat bermanfaat bagi keturunannya nanti.

"Memang ada positif negatifnya. Negatifnya ya lahannya makin sedikit. Tapi saya yakin ke depan bakal bagus. Terutama untuk anak dan cucu saya. Kalau saya sudah tidak memungkinkan. Saya harap warga lokal bisa bekerja di bandara nanti," tukasnya.



Simak Video "Wagub DKI soal Nasib PPKM Level 4: Kita Tak Ingin Dahului, Tunggu Pak Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)