Jokowi Coret Bandara Bali Utara dari Proyek Strategis Nasional

Tim detikTravel, Tim detikFinance - detikBali
Kamis, 28 Jul 2022 08:56 WIB
Bandara Bali Utara
Ilustrasi - Bandara Bali Utara (Foto: detik)
Bali -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencoret sebanyak 8 proyek dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Salah satu proyek yang tak lagi masuk dalam daftar PSN tersebut adalah pembangunan Bandara Bali Utara.

Hal itu diungkapkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo. Dijelaskan, hal ini akan diatur oleh Permenko Nomor 9 Tahun 2022.

"Itu sudah diberi warning perpanjangan, tapi tidak ada progress sehingga dikeluarkan," kata Wahyu Utomo, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian dalam konferensi persnya, Selasa (26/7/2022) dikutip dari detikTravel.


Untuk diketahui, Bandara Bali Utara sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan pemerintah sejak lama. Bahkan, proyek tersebut ditargetkan sudah dapat beroperasi pada 2024. Namun demikian, hingga kini pengadaan lahan tak kunjung terselesaikan.

Dilansir dari detikFinance, Wahyu menjelaskan bahwa Presiden Jokowi menginstruksikan agar proyek yang tidak mengalami progres untuk dikeluarkan dari PSN. Proyek tersebut tetap akan dilanjutkan, hanya saja tidak lagi menjadi prioritas PSN.

"Bukan berarti proyek tersebut tidak dikerjakan, tapi pace-nya akan berbeda. Karena banyak masalah yang menyebabkan butuh effort lebih besar sehingga 2024 tidak terselesaikan," pungkas Wahyu.

Untuk diketahui, PT BIBU adalah perusahaan penggagas pembangunan Bandara Internasional Bali Utara yang lokasinya di pesisir pantai (off shore) dan berada di wilayah Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali. Sedangkan rencana pembangunan bandara tersebut akan dikerjakan oleh China Construction First Group Corp. Ltd (CCFG). CCFG sendiri adalah anak perusahaan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 'raksasa' di Negeri Tirai Bambu, China State Construction Engineering Corp. Ltd (CSCEC).

Perusahaan asal China itu memiliki rekam jejak yang mumpuni dalam pembiayaan dan pembangunan di bidang konstruksi dan telah berpengalaman dalam menangani berbagai proyek pembangunan besar. CCFG juga siap mendanai proyek pembangunan bandara di Bali Utara itu dengan skema turn key project.

Dilansir dari detikTravel, Bandara Internasional Bali Utara nantinya akan memiliki runway yang panjangnya 3.600 meter dan lebar 45 meter. Bandara ini dapat didarati oleh pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777.

Adapun kapasitas terminalnya dapat menampung hingga 50 juta penumpang/tahun. Sementara terminal kargo memiliki kapasitas hingga 110.000 ton/tahun. Bandara ini juga telah melakukan kolaborasi dengan perusahaan pengembang teknologi berbasis AR/VR, mengadopsi teknologi digital metaverse



Simak Video "Tangkisan Kasetpres soal Hacker Bjorka Klaim Bobol Data Presiden Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)