14 Gejala Long COVID Perlu Diwaspadai Pasien yang Sudah Sembuh

Tim detikHealth - detikBali
Senin, 18 Jul 2022 16:07 WIB
COVID-19 Pandemic Coronavirus, Asian woman wearing a mask, have a symptoms coughing and fever
Foto: ilustrasi gejala long COVID (Getty Images/iStockphoto/ronnachaipark)
Bali -

Infeksi COVID-19, khususnya varian Omicron tidak bisa dianggap remeh. Meski seseorang mungkin hanya mengalami gejala ringan, namun ada efek jangka panjang disebut gejala long COVID atau post COVID yang berpotensi terjadi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan beberapa penyintas bisa mengalami serangkaian gejala long COVID berkelanjutan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah pertama kali terinfeksi COVID-19. Gejala yang bertahan usai infeksi ini juga bisa ada lebih dari satu.

Dikutip dari laman resmi CDC, secara umum 14 gejala Long COVID dapat muncul dalam bentuk:


-Napas pendek
-Letih dan lelah
-Sulit konsentrasi dan berpikir (brain fog)
-Batuk-batuk
-Sakit kepala
-Nyeri otot
-Jantung berdebar
-Perubahan mood
-Diare
-Masalah tidur
-Pusing dan sakit kepala
-Perubahan indra pengecap atau perasa
-Perubahan siklus menstruasi
-Rasa seperti tertusuk-tusuk jarum

Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban juga menjelaskan di Indonesia keluhan Long COVID yang paling banyak dilaporkan adalah brain fog. Hal ini khususnya dialami oleh para tenaga kesehatan yang pernah terinfeksi Omicron.

"Laporan penyintas varian Omicron mengalami Long COVID, ada dan memang terjadi. Hanya angka kejadiannya belum banyak. Gejala yang sering ditemui adalah brain fog, beberapa nakes mengalami itu," terangnya.



Simak Video "WHO Jelaskan Cara Mengidentifikasi Kondisi Long Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)