Mulai Hari Ini, Keluar-Masuk Bali Wajib Vaksin Booster

I Ketut Suardika - detikBali
Minggu, 17 Jul 2022 17:30 WIB
Validasi syarat perjalanan pelaku perjalanan dari luar Bali yang masuk Bali di Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (17/7/2022)
Validasi syarat perjalanan di Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (17/7/2022). Foto: I Ketut Suardika
Jembrana -

Vaksin booster menjadi syarat wajib bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) melalui Pelabuhan Gilimanuk mulai hari ini, Minggu (17/7/2022). Pengguna transportasi laut yang belum vaksin ketiga wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test Antigen.

Pantauan detikBali di Pelabuhan Gilimanuk, setiap pelaku perjalanan yang masuk maupun keluar Bali diperiksa petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Gilimanuk.

Pintu masuk pelabuhan sudah dijaga petugas dari KKP Gilimanuk yang memeriksa kelengkapan syarat perjalanan, yakni bukti vaksin dan rapid test antigen bagi yang belum vaksin kedua atau surat keterangan dari dokter bagi yang tidak vaksin.


Pemeriksaan juga dilakukan di pintu keluar pelabuhan bagi pelaku perjalanan yang akan masuk Bali. Pemeriksaan bukti vaksin, selain kartu yang dibawa pelaku perjalanan juga pada bukti pembelian tiket. Karena di bukti pembelian tiket sudah tertera nama sesuai KTP serta keterangan vaksin pelaku perjalanan.

Salah satu pelaku perjalanan Irfan (42) asal Jember, Jawa Timur mengaku diperiksa kelengkapan syarat pelaku perjalanan oleh petugas KKP Pelabuhan Gilimanuk. "Sudah vaksin lengkap," ucapnya saat ditemui detikBali di Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (17/7/2022).

Menurutnya, dengan diberlakukannya pemeriksaan syarat pelaku perjalanan tidak begitu menyulitkan. Namun menghambat perjalanan. "Memperlambat waktu saja," ungkapnya.

Salah satu pelaku perjalanan yang akan keluar Bali, masih ada yang vaksin kedua sehingga diarahkan untuk vaksin ketiga. "Katanya harus vaksin ketiga, jadi langsung vaksin," ujar Zofir (51), pengendara motor asal Singaraja yang akan ke Jawa.

Koordinator Wilayah Kerja Gilimanuk Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Denpasar Gusti ayu Komang Yeti Sugiarti mengatakan, bagi pelaku perjalanan yang keluar masuk Bali, sudah mulai diberlakukan surat edaran (SE) Kemenhub No 68 aturan bagi pelaku perjalanan menggunakan transportasi laut. "Jadi syarat pelaku perjalanan hari ini sudah mulai diberlakukan kembali, sudah ada SE yang baru," kata Yetty, kepada detikBali saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon.

Pemberlakuan aturan wajib booster bagi pelaku perjalanan itu, berlaku bagi pelaku perjalanan yang keluar maupun masuk Bali. Khusus untuk yang masuk Bali, sudah koordinasi dengan kepolisian yang mengarahkan penumpang untuk validasi oleh KKP. "Kalau memang diturunkan penumpangnya kami periksa, kalau memang belum vaksin kami arahkan untuk vaksin," jelasnya.

Namun penumpang kendaraan roda dua dan roda empat, jika tidak diarahkan untuk validasi di Pos Validasi tidak dilakukan pemeriksaan syarat perjalanan. Karena yang berjaga dan memeriksa surat-surat di pos dua dari kepolisian. "Kalau yang masuk Bali, kami tergantung pada polisi. Kecuali yang pejalan yang memang lewat di pos kita (KKP), kita periksa langsung," ungkapnya.

Bagi pelaku perjalanan yang belum vaksin lengkap, sudah disediakan tempat vaksinasi di Pelabuhan Gilimanuk. Pos vaksinasi tersebut dilakukan oleh Dinas Kesehatan Jembrana yang bekerjasama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dengan menyasar seluruh pelaku perjalanan, baik yang masuk maupun keluar Bali.

Berikut aturan lengkapnya.

1. PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen;

2. PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan dan dapat melakukan vaksinasi dosis ketiga (booster) on-site saat keberangkatan;

3. PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan;

4. PPDN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksinasi dikecualikan terhadap ketentuan vaksinasi, namun wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan dan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19;

5. PPDN dengan usia 6-17 tahun wajib menunjukkan kartu/sertifikat vaksin dosis kedua tanpa menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen; atau

6. PPDN dengan usia di bawah 6 tahun dikecualikan dari ketentuan vaksinasi dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen, namun wajib melakukan perjalanan dengan pendamping yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan COVID-19 serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.



Simak Video "Syarat Naik Kereta Api Terbaru: Wajib Antigen/PCR Jika Belum Booster"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)