Vaksin Booster Jadi Syarat Naik Pesawat di Bandara Ngurah Rai

Tim detikBali - detikBali
Minggu, 17 Jul 2022 15:43 WIB
Suasana di Terminal Keberangkatan di Bandara Internasional  I Gusti Ngurah Rai Bali
Suasana di Terminal Keberangkatan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Foto: Dok.Detikcom
Denpasar -

Vaksin booster menjadi syarat perjalanan terbaru bagi penumpang pesawat udara mulai hari ini, Minggu (17/7/2022). Termasuk penumpang pesawat baik pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) maupun pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

General Manager (GM) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan mengatakan aturan wajib vaksin booster tersebut sudah diterapkan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

"Untuk aturan SE yang berlaku 17 Juli sudah diimplementasikan di Denpasar," ungkapnya saat dikonfirmasi detikBali, Minggu (17/7/2022).


Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah menyiapkan satu posko vaksin bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) yang berlokasi di terminal domestik dan 20 posko vaksin di terminal internasional.

Sedangkan layanan swab RT-PCR dan tes Antigen berada di gedung Wisti Sabha lama dekat terminal domestik.

Aturan itu tercantum dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor 73 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Darat Pada Masa Pandemi COVID-19 dan SE Satgas COVID-19 Nomor 21 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang dalam Negeri Pada Masa Pandemi COVID-19.

Dalam surat edaran itu, calon penumpang pesawat yang telah menerima vaksin booster tidak perlu lagi menunjukkan bukti tes Antigen maupun RT-PCR.

Namun, bagi pelaku perjalanan yang baru menerima dua kali vaksin, wajib menunjukkan hasil negatif tes Antigen yang berlaku 1x24 jam atau RT-PCR yang berlaku 3x24 jam.

Sementara, bagi pelaku perjalanan yang baru menerima vaksin dosis pertama diwajibkan menunjukkan hasil negatif RT-PCR yang berlaku 3x24 jam.

Bagi masyarakat yang belum atau tidak bisa divaksin karena penyakit tertentu, akan diminta menunjukkan hasil negatif RT-PCR yang berlaku 3x24 jam berikut surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah.

Adapun ketentuan wajib booster bagi pelaku perjalanan dengan rentang usia 6 hingga 17 tahun hanya wajib menunjukkan sertifikat vaksin dosis dua tanpa menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid tes Antigen.

Sedangkan jika anak usia 6 hingga 17 tahun baru menerima vaksin dosis pertama atau belum vaksin, wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR yang berlaku 3x24 jam berikut surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah.

Pelaku perjalanan usia di bawah 6 tahun tidak perlu menunjukkan sertifikat vaksin ataupun hasil negatif swab antigen/RT-PCR, tetapi wajib melakukan perjalanan dengan pendamping yang memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan COVID-19.



Simak Video "Vaksin Booster Bakal Jadi Syarat Kegiatan-Perjalanan"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)