Jebolan Alumni SMA Bali Mandara Berprofesi Dokter hingga Peneliti Muda

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Sabtu, 18 Jun 2022 20:18 WIB
Alumni SMA Bali Bandara, Ni Komang Pasek Nurhyang Jumantini
Foto: Alumni SMA Bali Bandara, Ni Komang Pasek Nurhyang Jumantini. (istimewa)
Denpasar -

SMA Bali Mandara diakui telah mencetak sejumlah siswa berprestasi. Beberapa alumni di antaranya ada yang berprofesi sebagai dokter hingga peneliti muda.

Seorang alumni SMA Bali Mandara yang berprestasi, yakni Ni Komang Pasek Nurhyang Jumantini. Ia merupakan alumni SMA Bali Mandara angkatan ke-5, dan kini berprofesi sebagai dokter muda di RSUP Sanglah.

Kepada detikBali, ia menuturkan bahwa SMA Bali Mandara menjadi harapannya dalam menempuh pendidikan di tengah-tengah kondisi perekonomian keluarganya yang dulu terbilang menengah ke bawah.

"Saya sangat terbantu karena di SMA Bali Mandara saya bisa makan dan ditanggung sekolahnya. Bahkan sampai tamat pun saya masih dibantu untuk bisa mendapatkan beasiswa Bidikmisi. Sampai sekarang yang mana saya sedang menempuh pendidikan dokter pun masih dibiayai beasiswa," katanya kepada detikBali, Sabtu (18/6/2022).


Pasek mengaku selama mengenyam pendidikan di SMA Bali Mandara, dirinya merasa terjamin, baik dari segi pendidikan hingga kesehatan.

"Kami juga diajari untuk mandiri dan diajarkan untuk menjadi pemimpin dan entrepreneur. Kami didorong untuk berprestasi, tak hanya di bidang akademik tapi juga soft skill," ujar perempuan yang menempuh jalur akselerasi ini.

Adapun beberapa prestasi yang pernah diraih Ni Komang Pasek Nurhyang Jumantini selama mengenyam pendidikan di SMA Bali Mandara selama dua tahun, di antaranya Juara III Lomba Gerak Jalan Putri HUT RI ke-70 tahun 2015, Semifinalis LCC Agama Hindu VIII Tingkat SMA/SMK se-Bali Universitas Pendidikan Ganesha tahun 2016, dan Juara III LCC Agama Hindu tingkat SMA/SMK se-Bali IHDN tahun 2016.

Kemudian, Juara III Lomba Senam Pramuka Kecamatan Kubutambahan tahun 2016 dan Peserta Sakura Science Plan Program di Universitas Shizuoka, Hamamatsu Jepang tahun 2017.

Perempuan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini pun mengaku sangat menyayangkan dan kecewa atas perubahan status SMA Bali Mandara menjadi sekolah reguler.

"SMA Bali Mandara merubah banyak hal dalam hidup saya. Yang awalnya saya pemalu tapi setelah bersekolah di sana saya jadi pribadi yang bisa mengemukakan pendapat saya. Dari segi ekonomi pun juga berubah, dari waktu dua tahun saya dibiayai yang oleh pemerintah, lambat laun ekonomi keluarga saya berubah. Orang tua saya bisa menabung dan perbaiki rumah," ucapnya

Jadi Peneliti Muda

Alumni SMA Bali Mandara lainnya, yakni Gede Herry Arum Wijaya prestasinya tak kalah membanggakan. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Peneliti Muda Indonesia periode 2022-2023.

Herry merupakan alumni SMA Bali Mandara angkatan ke-4 dengan berbagai prestasi, di antaranya peraih Intel Special Award pada ajang National Young Inventor Award (NYIA) yang diselenggarakan oleh LIPI pada tahun 2016, dan peraih Gold Medal kategori Green Technology pada ajang International Exhibition for Young Inventor, Nagoya, Jepang di tahun 2017.

Di pendidikan tinggi, ia menamatkan Sarjana (S1) di Universitas Prasetiya Mulya, dengan konsentrasi Renewable Energy Engineering dengan beasiswa penuh. Saat ini dirinya sedang persiapan studi Magister (S2) di Gyeongsang National University, Korea Selatan.

Ungkap Herry, ketika mengenyam pendidikan di bangku SMP, dirinya merupakan siswa yang dari segi pengetahuan bisa bersaing dengan teman-temannya. Hanya saja, tetap ada rasa minder dalam hatinya karena perbedaan kondisi ekonomi antara dia dan teman-temannya.

"Ketika dikumpulkan di SMA Bali Mandara kami setara. Diberikan kesempatan yang sama dan berasal dari kondisi yang sama. Di SMA Bali Mandara dirancang agar kami hanya memikirkan kebutuhan selanjutnya untuk dapat bertumbuh kembang lebih lagi, bukan hanya kebutuhan dasar seperti makan dan untuk hidup lagi," ucapnya.

Terkait perubahan pola layanan pendidikan di SMA Bali Mandara, ia menyayangkan keputusan dari Pemerintah Provinsi Bali tersebut.

"Saya bisa dikatakan sebagai penerima manfaat dari SMA Bali Mandara sangat menyayangkan jika sekolah ini diregulerkan. Dari pengalaman selama mengenyam pendidikan di sana, saya mendapatkan banyak hal, salah satunya bisa mengubah mindset saya yang awalnya minder menjadi lebih pede dan terbawa sampai sekarang," katanya.



Simak Video "Dituding Persulit Izin Praktik Dokter Lulusan Luar Negeri, Apa Kata IDI?"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)