Kisah Inspiratif

Kisah Sukses Pemilik Babi Guling Pande Egi di Gianyar

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Jumat, 17 Jun 2022 15:08 WIB
Pemilik warung Babi Guling Pande Egi, Pande Putu Anggia atau yang biasa dipanggil Dodo
Pemilik warung Babi Guling Pande Egi, Pande Putu Anggia atau yang biasa dipanggil Dodo. Foto: ist
Gianyar -

Bagi pecinta masakan babi guling pastinya sudah tak asing lagi dengan warung Babi Guling Pande Egi yang ada di Banjar Pande Beng, Gianyar, Bali. Sejak berdiri pada tanggal 9 Desember 2016, nama warung Babi Guling Pande Egi kini telah dikenal masyarakat luas. Sehingga tak heran jika setiap harinya 180-200 porsi laku terjual. Sementara ketika sedang ramai-ramainya dalam satu harinya terjual sebanyak 300 porsi.

Kesuksesan ini merupakan hasil kerja keras dari pemilik warung Pande Putu Anggia atau yang biasa dipanggil Dodo.

Menurutnya, sebelum menjadi warung seperti sekarang ini, kedua orang tua Dodo hanya melayani orderan babi guling utuh untuk prosesi upacara keagamaan dan hal tersebut telah berlangsung sejak tahun 1998.


Melihat positifnya minat masyarakat terhadap babi guling Pande Egi, Dodo pun berinisiatif untuk mengembangkan usaha rumahan milik orang tuanya menjadi sebuah warung babi guling yang menghadirkan menu lengkap babi guling.

"Sebelumnya saya bekerja di bidang perhotelan dan ketika saya merasa sudah dapat pengetahuan dan pengalaman yang cukup, barulah saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan melanjutkan usaha di rumah," kata Dodo.

Menurutnya, banyak tantangan yang ia temui dalam membangun usahanya tersebut. Dodo harus menghilangkan anggapan kuliner Bali jorok dengan menyediakan tempat yang bagus, bersih dan rapi di warungnya.

"Jualan babi guling itu benar-benar harus punya tempat yang bagus, bersih dan rapi karena saya juga ingin menghilangkan kesan bahwa kuliner Bali itu jorok. Dalam artian dari segi pengolahan hingga cara penyajiannya. Saya ingin memberikan extra touch pada masakan Bali sehingga masakan Bali lebih menarik," ucapnya.

Menurutnya, bahan yang digunakan dalam memasak menu babi guling sendiri terbilang sama dengan di tempat lainnya, hanya saja setiap warung babi guling pasti mempunyai racikannya masing-masing.

"Yang membuat kami berbeda adalah kami memberikan tempat yang lebih bagus, penyajian yang banyak stylenya, dalam artian ada porsi biasa, special dan bahkan ada yang porsi tumpeng. Main produk kami tetap babi guling cuma kita modifikasi," sebutnya pada Jumat (17/6/2022).

Dalam satu porsinya nasi babi guling Pande Egi berisikan nasi putih, lawar, oret hitam dan putih, lalu daging babi, gorengan, dan kulit.

Adapun harga yang dibanderol, yakni mulai dari Rp 10 ribu-Rp 20 ribu untuk dibawa pulang sementara untuk makan di tempat harga yang ditawarkan, yaitu dari Rp 22 ribu-Rp 36 ribu.

Selain menghadirkan menu babi guling, pihaknya juga menawarkan additional kopi, cake, hingga gelato.

"Konsep kami saat ini adalah orang yang datang tak hanya untuk bisa menikmati babi guling saja tapi bisa juga ngopi, makan cake, sampai dengan makan gelato. Jadi itulah daya tarik yang kami lakukan agar customer banyak yang datang," terangnya.

Disinggung mengenai pandemi COVID-19, kata Dodo, warung nasi babi gulingnya sempat merasakan dampak akibat hal tersebut.

"Lebih kepada penurunan daya beli. Misal yang biasanya belanja Rp 50 ribu jadinya hanya belanja Rp 25 ribu saja. Tapi, karena segmen market kami yang juga dari awal adalah lokal sehingga ketika pandemi itu kami bisa segera move on," tuturnya.

Disinggung mengenai apakah ada keinginan untuk membuka cabang baru, kata Dodo untuk sementara ini belum ada rencana terkait hal tersebut.

"Kami masih ingin fokus di sini dulu sehingga produk kami bisa tetap terjaga dari segi kualitas dan rasa," pungkasnya.



Simak Video "Kisah Sukses Pengrajin Miniatur Kapal Pinisi"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)