Lawar Don Jepun, Kuliner Unik Khas Desa Dukuh Penaban

I Wayan Selamat Juniasa - detikBali
Jumat, 17 Jun 2022 14:07 WIB
Satu porsi lawar don jepun, kuliner khas Desa Dukuh Penaban, Kabupaten Karangasem
Satu porsi lawar don jepun, kuliner khas Desa Dukuh Penaban, Kabupaten Karangasem. Foto: ist
Karangasem -

Masyarakat Desa Adat Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem memiliki kuliner khas yang unik yakni lawar don jepun atau lawar daun kamboja. Lawar don jepun biasa dibuat setiap ada hari raya besar keagamaan.

Petajuh atau Wakil Bendesa Adat Dukuh Penaban I Nengah Rai saat ditemui mengatakan, olahan lawar don jepun tersebut wajib ada di setiap hari raya besar keagamaan. Jadi saat ada hari raya besar keagamaan satu hari sebelumnya, warga Desa Adat Dukuh Penaban berkumpul untuk membuat olahan lawar don jepun dan olahan lainnya yang nantinya akan dihaturkan atau mesaudan ke Pura Puseh dan Pura Bale Agung dan tentu juga dibawa pulang untuk dinikmati bersama keluarga.



"Olahan lawar don jepun ini mungkin hanya ada di Desa Adat Dukuh Penaban saja. Di tempat lain mungkin tidak ada, karena untuk mengolah don jepun agar rasanya tidak pahit mungkin hanya bisa dilakukan oleh warga Desa Adat Dukuh Penaban saja. Tapi olahan lawar don jepun ini tidak setiap hari dibuat oleh masyarakat, hanya dibuat saat ada hari raya besar keagamaan," kata Nengah Rai, Jumat (17/6/2022).

Nengah Rai mengatakan don jepun yang nantinya digunakan untuk membuat olahan lawar adalah don jepun yang tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda. Setelah terkumpul don jepun tersebut kemudian dipisahkan dengan batangnya yang ada di tengah-tengah daun. Setelah itu diiris tipis-tipis dan barulah direbus sebentar.

Setelah matang kemudian ditiriskan, beberapa menit kemudian dikukus. Selanjutnya bisa diolah dengan dicampur bumbu khas Bali yaitu basa genep. Sebagai pelengkap bisa dicampur dengan daging ayam dan babi, namun juga ada yang polos tanpa daging.

"Setelah olahan jadi, kemudian warga desa metanding banten saudan yang berisi olahan lawar don jepun, lawar kelapa, lawar daun belimbing dan sate yang nantinya akan diberikan kepada Jro Mangku Pura Puseh dan jro Mangku Pura Bale Agung untuk dihaturkan atau mesaudan ke masing-masing Pelinggih yang ada di pura tersebut. Setelah itu baru olahan lawar dibagi rata bersama dengan warga Desa Adat Dukuh Penaban," kata Nengah Rai.

Nengah Rai juga mengatakan bahwa olahan lawar don jepun sudah ada sejak jaman dahulu. Dimana saat itu para leluhur masyarakat Desa Adat Dukuh Penaban berjanji jika berhasil membangun sebuah Pura Puseh dan Pura Bale Agung akan terus menghaturkan atau mesaudan olahan don jepun ke pura tersebut saat hari raya besar keagamaan. Sehingga sampai saat ini masih terus dijalankan dan bisa dibilang sudah menjadi sebuah tradisi bagi masyarakat Desa Adat Dukuh Penaban.

"Meskipun don jepun ada masa gugurnya tapi setiap ada hari raya besar keagamaan masyarakat di sini pasti dapat untuk diolah menjadi lawar," kata Nengah Rai.

Ia juga mengatakan bahwa beberapa waktu yang lalu ada seorang pengunjung yang datang ke Museum Pusaka Lontar dan ingin mencicipi olahan lawar don jepun sekaligus ingin tahu seperti apa proses pembuatan. "Saya tidak tahu juga apa yang membuat rasanya tidak enak. Padahal sudah saya jelaskan dan praktekkan proses pembuatannya tapi ternyata rasanya dikatakan tidak enak dan pahit saat coba di buat di rumahnya. Padahal saat dicoba di sini rasanya enak dan tidak pahit," kata Nengah Rai.

Bagi para pengunjung yang datang ke Museum Pusaka Lontar dipersilahkan untuk mencicipi olahan lawar don jepun tersebut tapi harus melakukan pemesanan terlebih dahulu agar bisa disiapkan bahan-bahannya.




Simak Video "Laris Manis Laklak Biu Men Bayu Khas Tabanan"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)