Roda Terperosok Drainase, Wings Air Keluar Jalur Lintasan

Triwidiyanti - detikBali
Rabu, 01 Jun 2022 16:44 WIB
Suasana di Bandara I Gusti Ngurah Rai pasca insiden terperosoknya roda pesawat Wings Air IW 1963 ke dalam saluran drainase, Selasa (31/5/2022) sore.
Suasana di Bandara I Gusti Ngurah Rai pasca insiden terperosoknya roda pesawat Wings Air IW 1963 ke dalam saluran drainase pada Selasa (31/5/2022) sore. (Foto: Istimewa)
Badung -

Insiden terperosoknya roda pesawat Wings Air IW 1963 ke saluran drainase Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Selasa (31/5/2022) sore, saat ini sedang diselidiki oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Diketahui, posisi drainase di sekitar aporn Bandara Ngurah Rai tidak berada di jalur yang dilalui pesawat.

General Manager Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan mengungkap saluran drainase tersebut memang bukan jalur taxyway (landasan gelinding) pesawat yang hendak parkir. Keberadaan drainase tersebut dibangun untuk mengantisipasi genangan air hujan di apron atau pelataran pesawat. Dia menyebut, posisi drainase di areal Bandara Ngurah Rai sudah didesain sesuai layout pembangunan bandara.

"Yang pasti desain bandara, layout bandara, drainase itu tidak untuk dilalui. Itu di luar dari taxyway ataupun apron pesawat. Jadi, memang itu didesain untuk menampung air hujan yang jatuh di apron tempat parkir pesawat, (agar air hujan) larinya ke gorong-gorong itu," terangnya kepada detikBali, Rabu (1/6/2022).


"Jadi drainase ini memang dibutuhkan agar apron tidak tergenang," lanjut Handy seraya menegaskan bahwa peristiwa ini baru terjadi pertama kali di Bandara Ngurah Rai.

Handy mengatakan, rambu-rambu yang terpasang di Ngurah Rai juga sudah jelas. Hal itu terbukti dengan penerbangan-penerbangan sebelumnya yang tidak mengalami masalah. Meski begitu, pihaknya masih menunggu hasil akhir (final report) investigasi yang sedang dilakukan pihak KNKT.

"Rambu sudah ada jelas, ini dari ATC sudah diikuti oleh pesawat itu. Sudah ada petunjuknya dan sejauh ini dari ribuan flight yang ada bahkan sekarang hampir 250an take off landing karena mengikuti guide line yang ada. Terkait rekomendasi bilamana menjadi bahan (pesawat) tidak boleh lewat sini, kami tunggu final report dari KNKT," pungkas Handy.

Lantas, mengapa pesawat tersebut bisa terjerembab ke dalam saluran drainase?

Handy mengaku pihaknya tidak bisa memberikan jawaban terkait hal itu. Menurutnya, insiden terperosoknya roda pesawat Wings Air merupakan ranah KNKT untuk menjelaskannya.

"Artinya itu yang akan menjelaskan dari pihak KNKT. Kami hanya bisa menjawab bahwa memang drainase itu ditutup oleh besi, itu bukan didesain untuk dilalui oleh pesawat," sambungnya.

Handy kembali menegaskan bahwa saluran drainase itu berada di luar maneuvering area pesawat. "Itu di luar jalur pesawat," tegasnya.



Simak Video "Tak Ada Penerbangan, Terminal Internasional Bandara Bali Sepi"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)