Satu Kasus Probable Hepatitis Akut Ditemukan di RSUP Sanglah Bali

Satu Kasus Probable Hepatitis Akut Ditemukan di RSUP Sanglah Bali

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Sabtu, 28 Mei 2022 03:00 WIB
Dokter Spesialis Anak di RSUP Sanglah, dr. I Gusti Ngurah Sanjaya Putra, Sp.A (k)., ketika ditemui detikBali pada Jumat (27/5/2022).
Dokter Spesialis Anak di RSUP Sanglah, dr. I Gusti Ngurah Sanjaya Putra, Sp.A (k)., ketika ditemui detikBali pada Jumat (27/5/2022). (Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri/detikBali)
Denpasar -

Dokter Spesialis Anak di RSUP Sanglah, dr I Gusti Ngurah Sanjaya Putra, Sp.A (k)., menyebut saat ini terdapat satu kasus probable Hepatitis Akut yang ditemukan di RSUP Sanglah.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Bali ini menyebut, pasien adalah seorang anak laki-laki berusia 2 tahun, warga Kota Denpasar.

Dijelaskan, riwayat pasien antara lain mengeluhkan adanya gangguan saluran cerna seperti mual, muntah, sakit perut, dan mata kuning.


"Kasus yang kami rawat ini merupakan kasus baru. Pasien masuk di tanggal 15 Mei dan kami rawat di ruang isolasi, tidak seperti halnya seperti COVID-19," ujar dr. I Gusti Ngurah Sanjaya Putra, ketika ditemui detikBali pada Jumat (27/5/2022).

Menurutnya, sempat dilakukan uji lab di Jakarta dan hasil yang keluar menyatakan bahwa ini merupakan kasus probable.

Dikatakan probable hepatitis akut (virus non hepatitis A-E) karena pada saat pemeriksaan laboratorium tidak ada hepatitis A sampai E, SGOT atau SGPT di atas 500 IU/L (internasional unit per liter), dan berusia di bawah 16 tahun.

"Di sini kami berikan terapi terutama antioksidan dan hasil klinisnya baik. Mudah-mudahan sehari dua hari ini bisa pulang," ungkapnya.

dr. I Gusti Ngurah Sanjaya Putra juga menambahkan, sebelumnya pihaknya telah menanyakan riwayat bepergian pasien bersama orangtuanya.

"Tidak ada bepergian khusus dan sebelumnya mereka juga beraktivitas secara biasa," katanya.

Sementara itu, kasus tersebut sifatnya bukan klaster atau berkelompok.

"Ini adalah suatu hal yang berbeda dengan kasus pandemi COVID-19. Jadi, kita tidak perlu terlalu panik. Waspada wajib, apalagi terhadap suatu penyakit yang baru, tapi tidak usah panik. Kuncinya adalah dengan pencegahannya," ungkapnya.

Menurutnya, meskipun penyebab kasus ini belum ditemukan, namun berdasarkan kasus di beberapa negara mengindikasikan lebih banyak terjadi gangguan di saluran pencernaan. Oleh karenanya, upaya pencegahannya pun berorientasi dari hal tersebut.

"Jaga kebersihan lingkungan, jaga kebersihan pribadi, alat-alat makan tidak boleh dipakai secara bersama-sama, dan makanlah makanan yang kira-kira tidak terkontaminasi dengan virus. Lalu air minum juga agar dimasak dengan baik dan bahan makanan harus bersih," jelasnya. (*)



Simak Video "Kemenkes Sebut Ada 91 Kasus Kumulatif Dugaan Hepatitis Akut di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)