detikBali

Beasiswa 'Nak Badung' 2026 Diluncurkan 9 Juni, Intip Kuota dan Jenisnya

Terpopuler Koleksi Pilihan

Beasiswa 'Nak Badung' 2026 Diluncurkan 9 Juni, Intip Kuota dan Jenisnya


Agus Eka Purna Negara - detikBali

ilustrasi beasiswa
Foto: Ilustrasi beasiswa. (Ilustrasi: Jelita Nurisia Fajrina)
Badung -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung bersiap meluncurkan program Beasiswa 'Nak Badung' Tahun 2026 pada 9 Juni mendatang. Program ini dirancang sebagai investasi strategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045 melalui pendidikan berkualitas yang merata serta berkeadilan.

"Rencananya nanti pada 9 Juni program ini diluncurkan dan perguruan tinggi bisa melaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama kami. Tahun ini disiapkan kuota 450 penerima, semoga bisa terpenuhi kuota tersebut," kata Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Jumat (29/5/2026).

Pemkab Badung sudah mematangkan skema dan ketentuan pemberian beasiswa ini. Bupati juga telah memaparkan langsung di hadapan para petinggi perguruan tinggi di Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program ini menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Badung 2025-2029. Pemkab Badung, menurut Adi wajib merancang beasiswa ini untuk mendongkrak kualitas dan daya saing warga lokal.

ADVERTISEMENT

"Bagaimana kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri jika tidak mempunyai SDM yang mumpuni. Maka dari itu, saya berharap melalui sosialisasi ini kita bisa menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama dalam mencetak generasi emas yang unggul dan berdaya saing global," ujar Adi Arnawa.

Beasiswa ini dibagi menjadi dua kategori sasaran. Pertama, Beasiswa Motivasi untuk siswa SMA/SMK, dan kedua, Beasiswa Afirmasi untuk mahasiswa jenjang S1, D4, serta program profesi.

Pemerintah juga memprioritaskan perguruan tinggi yang diajak kerja sama punya program studi yang berkualitas dan akreditasi minimal baik maupun sangat baik. Hal itu penting agar nantinya lulusan yang dihasilkan benar-benar berkualitas.

Sebelumnya, kuota yang disediakan untuk program ini dibatasi sebanyak 450 kursi dan akan berlaku sama rata untuk mahasiswa di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Karena kuota yang terbatas, pemerintah akan menerapkan sistem verifikasi yang adil bagi siapa saja yang paling awal melengkapi berkas administrasi.

Guna mengantisipasi adanya warga miskin yang tercecer, Pemkab Badung akan memperketat indikator penilaian, termasuk melakukan verifikasi faktual secara langsung ke lapangan. Langkah ini untuk memastikan bahwa status orang tua calon penerima beasiswa sebagai petani benar-benar riil dan bukan sekadar formalitas.




(hsa/iws)










Hide Ads