detikNewsRabu, 30 Sep 2026 14:27 WIB
Malaysia Mulai Pulangkan Rohingya, PBB Khawatirkan Keamanan
Malaysia mulai hari ini memulangkan 1.476 warga Myanmar dalam tahap pertama program repatriasi hingga 5.000 orang.
detikNewsRabu, 30 Sep 2026 14:27 WIB
Malaysia mulai hari ini memulangkan 1.476 warga Myanmar dalam tahap pertama program repatriasi hingga 5.000 orang.
detikNewsSabtu, 29 Agu 2026 18:45 WIB
Pengungsi Rohingya menghadapi "tekanan serta ancaman" baru di Malaysia, negara yang dulu dengan tangan lebar menyambut mereka dari kekerasan dan diskriminasi.
detikSumutSabtu, 31 Jan 2026 20:02 WIB
Abdur Rohim, buronan kasus pengangkutan 20 pengungsi Rohingya, ditangkap setelah dua tahun. Dia divonis 3 tahun penjara oleh Mahkamah Agung.
detikNewsJumat, 23 Jan 2026 10:53 WIB
Polri mengatakan warga negara Indonesia (WNI) berinisial HS yang merupakan buron kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) telah ditangkap di Turki.
detikNewsSelasa, 11 Nov 2025 03:03 WIB
Otoritas Malaysia kembali menemukan 5 korban perahu terbalik Rohingya di pencarian hari ketiga. Namun, masih ada ratusan pengungsi hilang
detikNewsSenin, 10 Nov 2025 06:00 WIB
Badan maritim Malaysia menemukan tujuh jenazah setelah kapal migran terbalik dekat Thailand. Tiga orang selamat, sementara pencarian dilanjutkan.
detikSumutJumat, 10 Okt 2025 19:40 WIB
Hasril Azwar Hasibuan, terpidana perdagangan orang, ditangkap setelah setahun buron. Dia divonis 3 tahun penjara karena membawa 20 imigran Rohingya.
detikNewsSenin, 25 Agu 2025 18:00 WIB
Pemimpin sementara Bangladesh, Muhammad Yunus mengingatkan bahwa beban krisis Rohingya bukan hanya tanggung jawab Bangladesh, tapi juga komunitas internasional.
detikNewsSelasa, 12 Agu 2025 15:11 WIB
Malaysia dan Bangladesh, serta mitra regional lainnya, akan mengirimkan delegasi gabungan ke Myanmar untuk mendorong perdamaian dan bantuan bagi Rohingya.
detikNewsJumat, 14 Mar 2025 10:21 WIB
Pengungsi Rohingya di Bangladesh khawatir akan kelaparan dan kekurangan gizi setelah PBB peringatkan pemotongan jatah bantuan pangan karena kekurangan dana.