
5 Persembahan Makanan pada Festival Hantu Ini Punya Makna Mendalam
Festival Hantu atau Festival Hantu Kelaparan dirayakan pada budaya Asia. Tujuannya untuk menghormati leluhur dengan persembahan makanan dan sebagainya.
Festival Hantu atau Festival Hantu Kelaparan dirayakan pada budaya Asia. Tujuannya untuk menghormati leluhur dengan persembahan makanan dan sebagainya.
Tradisi ngapem di Keraton Kasepuhan Cirebon, diadakan setiap bulan Safar, melibatkan doa dan pembagian kue apem sebagai simbol sedekah untuk menolak bala.
Di Desa Distomo, Yunani, ada tradisi unik Koudounaraioi atau manusia lonceng. Tradisi ini eksis sejak lama, di mana warga 'berubah' menjadi setengah binatang.
Tradisi Nyurti Karuhun Lembur di Desa Pusakanagara, Ciamis, dirayakan setiap tahun untuk menghormati leluhur dan mempererat ikatan sosial masyarakat.
Jumat Kliwon memiliki makna spiritual dan budaya dalam tradisi Jawa. Hari ini dianggap sakral, sering digunakan untuk ritual, meditasi, dan refleksi.
Tari Barong Brutuk di Desa Trunyan, Bali, adalah tarian klasik unik yang dilestarikan. Tarian ini memiliki makna spiritual dan budaya.
Rebo Wekasan, tradisi unik di Jawa Timur, dirayakan dengan ritual untuk menolak bala. Setiap daerah memiliki cara dan makna tersendiri dalam perayaannya
Desa Adat Lembongan di Bali merayakan tradisi Aci Sanghyang Grodog, ritual 11 hari yang melibatkan 23 Sanghyang, simbol kehidupan dan syukur masyarakat.
Ritual Mandi Safar terkenal di kalangan masyarakat Lombok, khususnya warga Gili Meno. Ritual budaya ini digelar demi membangkitkan kembali pariwisata NTB.